Kekalahan memalukan dari Udinese di San Siro terus memicu perdebatan panas mengenai kualitas skuad AC Milan yang sebenarnya pada musim ini.
Jurnalis senior yang juga pendukung setia Rossoneri, Carlo Pellegatti, memberikan analisis tajam melalui kanal YouTube pribadinya terkait krisis yang menimpa tim.
Pellegatti menilai bahwa kekalahan telak nol tiga tersebut merupakan bukti tak terbantahkan mengenai alasan di balik keras kepalanya Massimiliano Allegri dalam memilih taktik.
Alasan di Balik Penggunaan Formasi 3-5-2
Bagi Pellegatti, sorotan publik terhadap penggunaan skema tiga bek tengah seharusnya mulai mereda setelah melihat betapa rapuhnya tim saat menggunakan formasi lain.
Berikut adalah seluruh terjemahan kutipan langsung dari Carlo Pellegatti mengenai kondisi teknis tim asuhan Allegri saat ini.
“Ini adalah momen tersulit dalam musim ini.”
“Anda pasti sudah mengerti mengapa tuan Massimiliano Allegri selalu bermain dengan formasi 3-5-2, pertandingan melawan Udinese menurut saya telah menjadi contoh yang sangat jelas dalam hal ini.”
“Tim ini tidak terdiri dari juara-juara hebat, mereka yang mengatakan sebaliknya adalah karena ingin merendahkan Allegri, sebuah permainan yang sudah sangat terbongkar.”
Di tengah suasana duka akibat keterpurukan tim kesayangan kita, pastikan Anda tetap tampil gaya dengan Kaos AC Milan keren ini melalui ๐ Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Keterbatasan Skuad dan Faktor Bintang
Pellegatti juga menyoroti bagaimana ketergantungan tim terhadap sosok individu tertentu membuat lubang struktural tim menjadi semakin nyata saat mereka absen.
Berikut adalah poin-poin krusial yang ditekankan oleh sang jurnalis mengenai realita pahit yang harus diterima oleh seluruh Milanisti saat ini:
- Lubang Besar Skuad: Tim dinilai memiliki kekurangan struktural yang signifikan sehingga sangat sulit untuk bermain dengan skema terbuka.
- Absensi Pemain Kunci: Performa Rafael Leao dan Christian Pulisic yang tidak maksimal atau absen membuat celah di dalam tim semakin membesar.
- Mitos Skuad Kuat: Pellegatti mengecam pihak yang sengaja memuji skuad Milan hanya untuk menyalahkan Allegri saat hasil buruk terjadi.
- Mukjizat Peringkat: Keberhasilan tim sempat bertahan di posisi kedua dalam waktu lama dianggap sebagai sebuah keajaiban mengingat keterbatasan pemain.
“Jika saya mengatakan bahwa tim ini sangat kuat namun tidak memberikan respons di tingkat klasemen, hasil, dan performa, maka itu jelas merupakan kesalahan Allegri.”
“Ini adalah permainan sederhana yang mereka lakukan, tetapi kami tidak terjebak dalam permainan sederhana tersebut.”
“Tim ini memiliki lubang-lubang besar, tim ini tidak pernah benar-benar memiliki Leao dan Pulisic (dalam kondisi puncak) sehingga kekurangan tersebut semakin bertambah.”
Analisis Redaksi

Pandangan Carlo Pellegatti ini merupakan sebuah tamparan keras bagi para pendukung yang terus menuntut permainan indah tanpa melihat kedalaman skuad yang ada.
Kekalahan telak dari Udinese pada pertandingan Sabtu malam pukul 23:00 WIB kemarin menjadi bukti bahwa eksperimen taktik justru bisa berakhir dengan bencana besar.
Ketidakmampuan tim untuk mendominasi lawan menunjukkan bahwa ada masalah kualitas yang belum mampu diselesaikan oleh jajaran manajemen di pasar transfer.
Mister Allegri kini memikul beban berat untuk tetap konsisten dengan prinsipnya meskipun dihujani kritik dari berbagai arah demi mengamankan tiket Liga Champions.
Sisa musim ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi tim untuk membuktikan apakah mereka benar-benar layak bersaing di level elit Eropa atau sekadar beruntung semata.





