Kritik dan evaluasi terhadap performa AC Milan di bawah asuhan pelatih Massimiliano Allegri terus berdatangan dari berbagai tokoh sepak bola Italia.
Mantan pemain sepak bola yang kini menjadi pundit di Mediaset, Massimo Paganin, baru-baru ini membagikan pandangannya melalui sebuah wawancara eksklusif dengan portal News.Superscommesse.it.
Dalam kesempatan tersebut, ia secara khusus menyoroti beberapa titik kelemahan skuad Iblis Merah, terutama mengenai eksperimen taktik di sektor ujung tombak penyerangan.
Kutipan Langsung Massimo Paganin
Paganin mengawali analisisnya dengan memberikan apresiasi terhadap fondasi proyek baru yang dibangun oleh Allegri, namun ia juga tidak menutup mata terhadap kelemahan mencolok di lini tengah.
Berikut adalah seluruh terjemahan kutipan langsung dari sang pundit mengenai ketergantungan tim pada sosok veteran dan ketiadaan penyerang tengah murni.
“Dengan Allegri sebuah proyek baru telah dimulai dan sebuah tim baru sedang dibangun; hal-hal baik telah muncul, jika tidak, mereka tidak akan berada di posisi klasemen tersebut, tetapi kelemahan-kelemahan juga telah terlihat; lini tengah sangat bergantung pada performa Modric, seorang pemain yang, meskipun berusia lebih dari 40 tahun, telah bermain sangat baik tahun ini, tetapi sedang membayar penurunan fisiologis.”
“Terdapat kekurangan figur-figur strategis, terutama seorang penyerang tengah yang mampu merealisasikan permainan, sebuah kekurangan yang telah menghukum permainan Milan; Leao di posisi tersebut tidak berhasil beradaptasi dan yang lainnya juga telah dirotasi, dari Fullkrug hingga Nkunku, tetapi di lini depan tidak ada solusi konkret yang muncul.”
Sambil mengevaluasi krisis taktik yang membuat lini depan kita mandul, pastikan Anda tetap tampil gaya dengan Kaos AC Milan keren ini, segera sikat promo menariknya dengan ๐ Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Kekuatan Inter dan Realita Klasemen
Lebih lanjut, Paganin juga membedah penampilan tumpul skuad Rossoneri saat ditekuk oleh Napoli dan memberikan pandangan realistisnya mengenai perebutan gelar Scudetto musim ini.
Berikut adalah lanjutan kutipan utuh dari sang mantan pemain mengenai target rasional yang harus segera diamankan oleh manajemen di sisa musim kompetisi.
“Meskipun telah mencoba memainkan sepak bola yang bagus, kesulitan terbesar adalah mencetak gol; itu tampak bagi saya sebagai tim yang agak seimbang, tetapi kekurangan beberapa pemain lagi untuk lebih meningkatkan kualitas.”
“Dibandingkan dengan Napoli, perbedaan terlihat terutama dalam serangan, gagal menciptakan, pada intinya, setiap peluang nyata untuk mencetak gol.”
“Hingga pertengahan musim, sepertinya ada kemungkinan untuk bermain memperebutkan Scudetto, tetapi kekuatan di lapangan perlahan-lahan muncul dan Inter telah memberikan demonstrasi menjadi tim yang paling lengkap; meskipun masih akan ada pekerjaan yang harus dilakukan, saya percaya bahwa tujuan musim Milan sedang berada di jalur akhir, yaitu untuk kembali berlaga di Liga Champions.”
- Ketergantungan Modric: Menurunnya ritme permainan tim diyakini sangat dipengaruhi oleh faktor usia dan kelelahan fisiologis yang mulai mendera gelandang veteran, Luka Modric.
- Eksperimen Leao Gagal: Upaya pelatih untuk menyulap Rafael Leao menjadi seorang penyerang tengah murni dianggap sebagai sebuah kegagalan taktik yang nyata karena sang pemain tidak mampu beradaptasi dengan peran tersebut.
- Target Realistis: Menyadari keunggulan kualitas skuad Inter Milan, fokus utama tim saat ini murni hanya untuk mempertahankan posisi aman di zona kualifikasi Liga Champions.
Analisis Redaksi
Analisis tajam dari Massimo Paganin ini memberikan gambaran yang sangat akurat mengenai akar permasalahan dari hilangnya ketajaman skuad kita belakangan ini.
Meninggalkan skema penyerang murni dan memaksakan pemain sayap untuk beroperasi di tengah kotak penalti terbukti menjadi sebuah eksperimen yang justru menghukum produktivitas gol tim.
Jajaran staf pelatih harus segera menemukan formula yang tepat untuk memaksimalkan potensi para striker murni yang ada demi mengamankan poin penuh di sisa laga krusial menjelang akhir musim kompetisi ini.





