Kabar mengejutkan sekaligus menggembirakan datang dari mantan gelandang kreatif AC Milan, Vikash Dhorasoo, yang bersiap memulai petualangan baru di dunia manajerial sepak bola.
Melalui sebuah wawancara eksklusif yang diterbitkan oleh surat kabar ternama Prancis, L’Equipe, pria yang pernah menjadi bagian penting skuad Rossoneri ini secara terbuka mengumumkan niatnya untuk beralih profesi menjadi seorang pelatih kepala.
Awal Mula Ketertarikan Melatih
Mantan pemain yang sukses membawa tim nasional Prancis meraih gelar runner-up pada ajang Piala Dunia 2006 tersebut mengaku bahwa ketertarikannya pada dunia kepelatihan muncul secara perlahan.
“Menjadi seorang pelatih sebenarnya tidak pernah ada di dalam rencana saya,” aku Dhorasoo membuka ceritanya mengenai transisi karier yang tidak terduga ini.
“Namun, terus berbicara dan menganalisis pertandingan sepak bola pada akhirnya membuat saya berpikir bahwa ini adalah momen yang tepat untuk benar-benar mencobanya,” lanjut pria kelahiran Le Havre tersebut.
“Saat berada di India, saya sempat diminta untuk melatih beberapa pesepak bola wanita di sana,” kenangnya membagikan pengalaman perdana meracik taktik di lapangan hijau.
“Saya kemudian mengatur sebuah sesi latihan yang tertata dan saya sangat menyukai pengalaman tersebut,” tambahnya dengan penuh antusias.
Target Kompetisi Incaran Dhorasoo
Mengenai destinasi karier kepelatihannya, Dhorasoo ternyata sudah memiliki gagasan yang sangat jelas mengenai kompetisi mana yang ingin ia jajaki dalam waktu dekat.
Berikut adalah rincian target kompetisi yang menjadi incaran utama eks gelandang lincah tersebut untuk memulai kiprahnya sebagai juru taktik:
- Ligue 1 Prancis: Kasta tertinggi sepak bola Prancis menjadi tujuan paling logis bagi dirinya untuk kembali berkiprah di tanah kelahirannya.
- Ligue 2 Prancis: Divisi kedua juga menjadi opsi yang sangat realistis untuk mengasah kemampuannya dalam membangun fondasi taktik yang solid dari bawah.
- Tim Nasional: Ia tidak menutup kemungkinan untuk menukangi sebuah tim nasional yang memiliki visi dan proyek jangka panjang yang luar biasa.
Sambil menantikan kiprah mantan gelandang andalan kita di kursi kepelatihan, pastikan Anda tetap mendukung panji Rossoneri dengan memakai Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori, segera sikat promo menariknya dengan 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Ambisi Besar Sang Nomor Satu
Berbicara mengenai ambisi pribadinya, Dhorasoo menegaskan bahwa ia tidak ingin hanya menjadi seorang pelatih pelengkap di dunia manajerial sepak bola.
“Tujuan utama saya adalah untuk bisa menjadi sosok nomor satu di kursi kepelatihan,” tegasnya menargetkan posisi sebagai pelatih kepala seutuhnya.
“Saya merasa sangat siap untuk memimpin sebuah tim level atas, mengelola jajaran staf, dan menjalani petualangan yang indah juga dari sudut pandang kemanusiaan,” urainya menjabarkan filosofi manajerialnya.
“Hanya sedikit dari kami para mantan pemain yang mengambil jalur karier seperti ini,” renungnya melihat jarangnya rekan seangkatan yang terjun secara serius ke dunia kepelatihan.
“Saya ingin mewakili mereka yang pernah merasakan pengalaman berharga bersama tim nasional dan membuktikan bahwa kami juga bisa memberikan sesuatu yang besar sebagai pelatih,” pungkasnya memberikan motivasi penutup yang sangat kuat.
Analisis Redaksi
Keputusan Dhorasoo untuk beralih menjadi pelatih adalah sebuah kabar menyegarkan yang menambah daftar panjang mantan pesepak bola top yang berani mencoba peruntungan di pinggir lapangan.
Pengalamannya sebagai gelandang visioner dan kemampuannya dalam menganalisis pertandingan sebagai pandit selama ini akan menjadi modal taktis yang sangat berharga untuk meracik sebuah tim yang kompetitif.
Meskipun dunia kepelatihan jauh lebih kejam daripada saat menjadi pemain, tekad kuat dan visi kemanusiaan yang ia bawa berpotensi menjadikannya sebagai salah satu pelatih yang patut diperhitungkan di masa depan.
Beritamilan.com selalu berjuang mandiri demi menyajikan berita sepak bola terbaik, sehingga dukungan Anda lewat tautan Trakteer ini akan sangat berarti bagi operasional kami.