Berita

Kiamat Scudetto di Depan Mata: Fabio Capello Ejek Permainan Lamban AC Milan!

×

Kiamat Scudetto di Depan Mata: Fabio Capello Ejek Permainan Lamban AC Milan!

Sebarkan artikel ini
Fabio Capello
Fabio Capello

Kegagalan menyakitkan di pekan terbaru Serie A membuat jarak poin antara AC Milan dan sang pemuncak klasemen kini semakin melebar menjadi delapan angka.

Kesempatan emas untuk memangkas jarak poin demi menghidupkan kembali perburuan gelar juara justru dibuang sia-sia saat skuad asuhan Massimiliano Allegri menelan kekalahan di markas Lazio.

Kritik Pedas Fabio Capello

Pelatih legendaris Fabio Capello melalui wawancaranya bersama La Gazzetta dello Sport secara blak-blakan menyoroti betapa hancurnya mentalitas dan taktik skuad Rossoneri saat ini.

Menurutnya, absennya sosok Adrien Rabiot benar-benar melumpuhkan daya ledak lini tengah yang biasanya menjadi motor utama serangan tim.

“Permainan tim ini terlihat sangat datar dan luar biasa lamban tanpa kehadiran gelandang asal Prancis tersebut yang selalu berani membawa bola menembus pertahanan lawan,” kritik tajam Fabio Capello.

Scudetto Resmi Melayang

Sang legenda dengan sangat yakin menyatakan bahwa perburuan gelar juara liga musim ini sudah sepenuhnya tertutup dan menjadi milik rival sekota mereka.

Harapan untuk melakukan comeback ajaib kini dianggap sebagai sebuah kemustahilan mengingat AC Milan justru ikut-ikutan terpeleset saat sang rival sedang kehilangan poin berharganya.

“Bagaimana mungkin Anda bermimpi melakukan kudeta juara jika saat sang pemuncak klasemen melambat, Anda justru ikut-ikutan berhenti berlari dan semakin tertinggal jauh di belakang,” tutupnya dengan nada sangat kecewa.

Investasi Atribut Milanisti

Tingkatkan euforia Anda saat menyaksikan live streaming Serie A dengan memakai Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori yang super keren ini.

Jangan sampai kehabisan, segera sikat promo gilanya dengan 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!

Analisis Redaksi

Pernyataan menohok dari seorang Fabio Capello ini seharusnya menjadi tamparan paling keras bagi seluruh pemain dan staf pelatih yang bermimpi meraih kejayaan di akhir musim.

Alih-alih memberikan tekanan psikologis kepada pemuncak klasemen, skuad Rossoneri justru kembali menunjukkan mentalitas medioker yang sering goyah dan hancur berantakan di momen-momen penentuan.

Mimpi mengawinkan gelar Scudetto tidak akan pernah terwujud jika sebuah tim besar masih terus menggantungkan seluruh nyawa permainannya pada ketidakhadiran satu orang gelandang saja.

Beritamilan.com selalu berjuang mandiri demi menyajikan berita sepak bola terbaik, sehingga dukungan Anda lewat tautan Trakteer ini akan sangat berarti bagi operasional kami.