Para pendukung AC Milan kembali disadarkan pada kenyataan pahit mengenai inkonsistensi performa yang ditunjukkan oleh bek sayap Pervis Estupinan.
Wartawan senior Stefano Agresti melalui kolomnya di La Gazzetta dello Sport melontarkan kritik super pedas terhadap penurunan drastis kualitas sang pemain di atas lapangan.
Pahlawan Derby yang Jatuh Tersungkur
Sepuluh hari yang lalu, pemain asal Ekuador ini dipuja bak dewa setelah mencetak gol kemenangan sensasional ke gawang Inter Milan pada tanggal 8 Maret 2026.
Namun pujian selangit tersebut langsung hancur tak bersisa ketika ia tampil bagaikan pemain amatir dan menjadi bulan-bulanan Gustav Isaksen di kandang Lazio.
“Dari seorang pahlawan yang tak terlupakan, statusnya kini mendadak berubah menjadi kekecewaan terbesar yang memaksa pelatih untuk segera menarik tuas rem darurat,” tulis Stefano Agresti dengan tajam.
Lupa Ajaran Bertahan Allegri
Agresti secara blak-blakan mempertanyakan apakah sang pemain sama sekali tidak menyerap ilmu bertahan yang selama ini diajarkan dengan keras oleh Massimiliano Allegri.
Sang jurnalis merasa heran bagaimana seorang pemain yang berposisi sebagai bek sayap bisa melupakan tugas utamanya untuk melindungi area pertahanan sendiri saat asyik membantu serangan.
“Kita semua pantas ragu apakah Estupinan yang asli adalah sosok pahlawan saat laga Derby, atau justru pemain linglung yang hancur lebur di Roma kemarin,” pungkas ulasan menyakitkan tersebut.
Investasi Atribut Milanisti
Tingkatkan euforia Anda saat menyaksikan live streaming Serie A dengan memakai Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori yang super keren ini.
Jangan sampai kehabisan, segera sikat promo gilanya dengan 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Analisis Redaksi
Inkonsistensi ekstrem yang ditunjukkan oleh Estupinan ini merupakan penyakit kronis yang sangat berbahaya bagi ambisi skuad Rossoneri di sisa kompetisi musim ini.
Seorang bek sayap modern memang dituntut untuk rajin merangsek maju ke depan, namun melupakan kodrat utamanya sebagai benteng pertahanan adalah sebuah dosa tak termaafkan.
Sejarah besar klub ini dibangun oleh deretan bek tangguh bernyali singa, bukan oleh pemain sayap yang hanya jago berlari namun sangat rapuh saat diserang balik.
Beritamilan.com selalu berjuang mandiri demi menyajikan berita sepak bola terbaik, sehingga dukungan Anda lewat tautan Trakteer ini akan sangat berarti bagi operasional kami.




