BeritaKonferensi Pers

DRAMA SAN SIRO! Fabregas Minta Maaf Sentuh Bola, Tapi Sebut Reaksi Allegri Berlebihan

×

DRAMA SAN SIRO! Fabregas Minta Maaf Sentuh Bola, Tapi Sebut Reaksi Allegri Berlebihan

Sebarkan artikel ini
Cesc Fabregas
Cesc Fabregas

Laga imbang 1-1 antara AC Milan dan Como di San Siro dini hari tadi (Kamis, 19/2) menyisakan banyak cerita. Mulai dari drama di pinggir lapangan, adu taktik, hingga kekaguman seorang pelatih muda kepada legenda hidup sepak bola.

Pelatih Como, Cesc Fabregas, menjadi sorotan utama setelah tertangkap kamera melakukan tindakan tidak sportif dengan menyentuh bola saat pertandingan masih berjalan. Insiden ini memicu keributan dengan Alexis Saelemaekers dan kemarahan besar dari Massimiliano Allegri.

Minta Maaf, Tapi Sindir Balik Allegri

Dalam konferensi pers pasca-laga, mantan bintang Arsenal dan Barcelona itu secara jantan mengakui kesalahannya, meski ia juga merasa reaksi Allegri terlalu berlebihan.

“Pertama-tama izinkan saya meminta maaf, hari ini saya melakukan sesuatu yang tidak saya banggakan, tindakan yang tidak sportif. Karena emosi, saya menyentuh bola…”

“Komentar Allegri (yang tidak puas dengan permintaan maaf) berlebihan, itu hanya sentuhan kecil, tapi memang tidak seharusnya dilakukan… Saya meminta maaf lagi kepada Tuan Allegri, saya juga sudah melakukannya kepada Modric, kepada Maignan. Saya harap ini tidak terjadi lagi dalam karier saya.”

– Cesc Fabregas

Kekaguman pada “Sihir” Luka Modric

Meski terlibat insiden, Fabregas tak ragu memberikan pujian setinggi langit kepada playmaker veteran Milan, Luka Modric. Fabregas mengaku takjub melihat pemain berusia 41 tahun itu masih mendikte permainan di level tertinggi.

“Sangat menyenangkan melihatnya bermain. Saya memujinya… 41 tahun bermain di level ini. Kami mencoba menekannya, menyerangnya. Dia tidak peduli (tertawa, red). Dia lolos dari dua, tiga pemain… Dia adalah sebuah fenomena. Kita harus berterima kasih karena dia ada di sini bersama kita di Serie A dan kita bisa menikmatinya setiap minggu,” puji Fabregas.

Adu Taktik: Paksa Milan Pegang Bola

Secara taktikal, Fabregas mengungkapkan rahasia kesuksesannya meredam agresivitas Milan. Ia sengaja mengubah formasi menjadi tiga bek tengah untuk memancing Rossoneri keluar dan mendominasi penguasaan bola.

“Milan suka menunggu lalu menyakiti Anda lewat serangan balik, seperti yang terjadi di Como (pada leg pertama). Hari ini kami mencoba memberikan bola kepada mereka, menunggu sedikit lebih lama dan melihat apa yang akan mereka lakukan dengan bola. Biasanya kami yang berkreasi, hari ini kami melakukannya dengan cara yang berlawanan,” jelasnya. Taktik ini terbukti sukses membuat Milan buntu, terbukti Como baru melakukan tendangan gawang pertama di menit ke-70.

Terakhir, Fabregas menyayangkan wasit yang tidak memberikan kartu merah kepada Saelemaekers atas insiden di 12 menit terakhir pertandingan, yang menurutnya bisa mengubah hasil akhir.

Rekomendasi Jersey AC Milan

Buat kamu fans AC Milan yang ingin jersey terbaru dengan kualitas bagus dan harga masih masuk akal, Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori jadi salah satu pilihan favorit banyak Rossoneri.

👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee

Analisis Redaksi

Fabregas memberi “kuliah gratis” tentang kelemahan utama Milan musim ini: kesulitan membongkar pertahanan berlapis saat dipaksa mendominasi penguasaan bola (possession). Milan di bawah Allegri sangat mematikan dalam transisi cepat, namun sering buntu saat harus mengkreasikan ruang dari pertahanan rapat (low block).

Permintaan maaf Fabregas memang patut diapresiasi, meski bumbu-bumbu psywar dengan Allegri membuat persaingan Serie A musim ini semakin mendidih. Sekarang, tugas Milan adalah mencari jalan keluar taktis jika bertemu tim-tim yang memakai strategi serupa di sisa musim ini.

Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap bertahan, silakan Klik di sini.