Hitung mundur menuju laga tunda krusial antara AC Milan melawan Como pada Kamis dini hari WIB semakin dekat. Pasukan Massimiliano Allegri datang dengan modal kemenangan susah payah atas Pisa, sementara tim tamu, Como, baru saja terluka akibat kekalahan kandang dari Fiorentina.
Pertandingan ini sangat fundamental bagi Milan yang masih berjuang keras di jalur Scudetto dan mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan. Untuk memanaskan suasana, mari kita putar kembali mesin waktu ke sebuah laga bersejarah dua dekade silam.
Mesin Waktu: 3 Mei 2003
San Siro, 3 Mei 2003. Ini adalah pertandingan liga tepat sebelum leg pertama EuroDerby yang epik di semifinal Liga Champions. Saat itu, pikiran para pemain dan fans tentu sudah melayang ke laga derbi, tetapi skuad asuhan Carlo Ancelotti tahu mereka juga harus mengamankan posisi ketiga di Serie A.
“Setelah menang di kandang Inter berkat gol Inzaghi, Milan sempat tertahan oleh Empoli dan Roma. Mengalahkan Como di San Siro adalah cara terbaik untuk menebus kesalahan di liga dan bersiap untuk semifinal piala.”
Gol Langka dan Gol Perdana
Milan tampil tenang dan mendominasi. Kebuntuan pecah pada menit ke-11 lewat skema yang tidak biasa: sebuah tendangan penalti dari Filippo Inzaghi. Setelah Massimo Ambrosini dijatuhkan di kotak terlarang saat tendangan sudut, SuperPippo mengeksekusi penalti mendatar yang tak mampu dihalau kiper Como.
Puncak perayaan terjadi di awal babak kedua. Lewat skema sepak pojok, Inzaghi melakukan sundulan tipis (spizzata) yang langsung disambar dengan tendangan voli jarak dekat oleh Alessandro Nesta. Itu adalah momen magis, karena menjadi gol pertama Nesta dalam balutan seragam Rossoneri sejak didatangkan dari Lazio pada musim panas sebelumnya.
Rekomendasi Jersey AC Milan
Buat kamu fans AC Milan yang ingin jersey terbaru dengan kualitas bagus dan harga masih masuk akal, Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori jadi salah satu pilihan favorit banyak Rossoneri.
Analisis Redaksi
Sejarah sering kali memberikan pelajaran berharga. Pada tahun 2003, kemenangan atas Como menjadi suntikan moral yang luar biasa sebelum Milan menghadapi ujian terberat mereka di Eropa dan akhirnya keluar sebagai Juara Liga Champions di Manchester.
Kini, di tahun 2026, kemenangan melawan Como memiliki nilai yang sama krusialnya. Tiga poin wajib diraih Allegri untuk memangkas jarak menjadi lima poin dari Inter Milan, sekaligus memberikan tekanan psikologis maksimal jelang akhir musim.
Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap bertahan, silakan Klik di sini.





