Kontroversi besar mewarnai laga Derby d’Italia antara Inter Milan melawan Juventus. Desinator wasit Serie A, Gianluca Rocchi, secara terbuka meminta maaf atas keputusan fatal yang merugikan mantan bek AC Milan, Pierre Kalulu.
Dalam wawancaranya dengan kantor berita ANSA, Rocchi mengakui bahwa wasit La Penna melakukan kesalahan besar saat memberikan kartu kuning kedua kepada Kalulu. Insiden ini dipicu oleh aksi teatrikal bek Inter, Alessandro Bastoni.
“Kami sangat menyesal atas kejadian tersebut: atas keputusan La Penna yang jelas salah dan fakta bahwa kami tidak dapat menggunakan VAR untuk memperbaikinya (karena itu kartu kuning kedua).”
“La Penna merasa hancur dan kami bersamanya, tetapi saya harus mengatakan yang sebenarnya bahwa dia bukan satu-satunya yang salah: karena kemarin ada simulasi yang jelas (dari Bastoni).”
– Gianluca Rocchi, Desinator Wasit (via ANSA)
Rekomendasi Jersey AC Milan
Buat kamu fans AC Milan yang ingin jersey terbaru dengan kualitas bagus dan harga masih masuk akal, Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori jadi salah satu pilihan favorit banyak Rossoneri.
Bastoni Banjir Kritikan
Aksi Alessandro Bastoni yang berpura-pura terkena pukulan di wajah padahal kontak terjadi di dada (atau bahkan minim kontak) menuai kecaman luas. Jurnalis Luca Calamai menyebut aksi tersebut tidak pantas bagi pemain tim nasional.
“Simulasi Bastoni yang memalukan, pemain seperti itu tidak pantas masuk Tim Nasional.”
– Luca Calamai
Sementara itu, Emanuele Giaccherini juga menyayangkan selebrasi Bastoni usai lawannya diusir wasit. Menurutnya, dalam laga tensi tinggi sekalipun, sportivitas harus tetap dijaga.
Chivu Disebut Munafik
Pelatih Inter, Cristian Chivu, juga tak luput dari serangan media. Harian Corriere della Sera menyebut komentar Chivu pasca-laga sebagai bentuk kemunafikan.
- CorSera: “Pengusiran Kalulu menunjukkan bahwa Chivu adalah pelatih yang munafik sama seperti yang lainnya.”
- Garlando: “Sekarang udara di zona Scudetto pasti akan teracuni oleh kontroversi.”
Analisis Redaksi
Pengakuan Rocchi memang patut diapresiasi, namun nasi sudah menjadi bubur. Keputusan wasit tersebut secara langsung mempengaruhi hasil pertandingan yang menguntungkan Inter dalam perburuan gelar.
Bagi Milan, situasi ini tentu menjengkelkan karena rival sekota kembali mendapatkan “bantuan” di momen krusial. Namun, fokus Rossoneri harus tetap pada performa sendiri untuk terus menekan Inter hingga pekan terakhir.
Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap bertahan hidup silakan Klik di sini.





