BeritaKonferensi Pers

Camarda Bikin Heboh: “Idola Saya Ibra dan Ronaldo… Inter? Tidak Ada yang Tahu”

×

Camarda Bikin Heboh: “Idola Saya Ibra dan Ronaldo… Inter? Tidak Ada yang Tahu”

Sebarkan artikel ini
Francesco Camarda
Francesco Camarda

Francesco Camarda, penyerang muda AC Milan kelahiran 2008 yang saat ini menjalani masa peminjaman di Lecce, menjadi pusat perhatian dalam sebuah acara spesial bersama anak-anak sekolah. Camarda bertemu para siswa Istituto Marcelline dalam proyek “Disegna con i calciatori” yang diselenggarakan oleh Panini.

Dalam suasana santai, penuh tawa dan pertanyaan polos, Camarda menjawab dengan kejujuran khas usianya, membahas sekolah, debut di Serie A, gol terindah, hingga pertanyaan sensitif soal Inter.

Kembali ke Sekolah dan Debut di Serie A

“Rasanya emozionante. Sekarang saya sekolah online karena sebelumnya tinggal di Milano… Saya rindu duduk di bangku sekolah bersama teman-teman.”

“Debut di Serie A saat usia 15 tahun itu perasaan yang luar biasa. Saya jauh lebih kecil dari pemain lain. Rasanya seperti naik roller coaster. Emosi yang tak bisa dijelaskan dan saya harap semua anak bisa merasakannya.”

Camarda menegaskan bahwa pengalaman debut tersebut adalah kenangan yang akan ia bawa seumur hidup, sekaligus motivasi untuk terus berkembang.

  • Debut Serie A di usia 15 tahun jadi momen tak terlupakan.
  • Camarda saat ini menjalani sekolah secara online.


🔴⚫ Rekomendasi Jersey AC Milan

Buat kamu fans AC Milan yang ingin jersey terbaru dengan kualitas bagus dan harga masih masuk akal, Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori jadi salah satu pilihan favorit banyak Rossoneri.

👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee:

https://s.shopee.co.id/9AJ1hSuueb


Gol Terindah dan Jawaban soal Inter

“Untuk yang paling penting, gol pertama saya di Serie A bersama Lecce melawan Bologna. Itu kenangan seumur hidup. Yang paling indah? Milan–Cagliari dua tahun lalu. Tapi sekarang saya pilih yang di Bologna.”

“(Tertawa) Sekarang saya di Lecce dan fokus ke Lecce. Soal masa depan, tidak ada yang tahu, tapi sekarang kita pikirkan musim ini.”

Jawaban Camarda soal kemungkinan bermain untuk Inter disampaikan dengan senyum, tanpa polemik, menegaskan fokusnya sepenuhnya pada perkembangan saat ini.

Idola, Album Panini, dan Filosofi Tim

“Saya tidak punya satu idola saja. Saya banyak melihat pemain: Suarez, Ibrahimovic, Ronaldo. Ambil hal baik dari banyak pemain itu cara terbaik untuk berkembang.”

“Untuk membuat tim kuat, yang paling penting adalah kebersamaan. Harus jadi satu keluarga.”

Camarda juga mengaku sejak kecil gemar mengoleksi album Panini, meski belum pernah berhasil menyelesaikannya—sebuah sisi manusiawi dari talenta muda yang kini sudah mencicipi panggung tertinggi.

Analisis Redaksi

Kematangan jawaban Camarda kontras dengan usianya yang masih sangat muda. Ia menunjukkan mentalitas yang tepat: fokus pada proses, menghargai masa kini, dan tidak terburu-buru memikirkan masa depan. Bagi Milan, Camarda bukan hanya aset teknis, tetapi juga simbol generasi baru yang tumbuh dengan kepala dingin dan nilai kebersamaan yang kuat.


Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap ada di tahun 2026 ini, silakan Klik di sini.