Berita

“Menang Itu Bukan Segalanya” – Trevisani Sentil Allegri

×

“Menang Itu Bukan Segalanya” – Trevisani Sentil Allegri

Sebarkan artikel ini
Massimiliano Allegri
Massimiliano Allegri

Riccardo Trevisani memberikan pandangan yang cukup tajam soal AC Milan dan Massimiliano Allegri. Komentator sepak bola ternama Italia itu menjadi tamu dalam podcast Centrocampo, dengan episodenya dijadwalkan tayang penuh besok.

Namun, sebagian pernyataannya sudah beredar dan langsung memicu diskusi, terutama terkait potensi Milan yang menurutnya belum sepenuhnya dimaksimalkan.

Trevisani: Milan Kuat, Tapi Belum Maksimal

Dalam pernyataannya, Trevisani menegaskan bahwa kualitas skuad Milan saat ini sebenarnya sangat tinggi.

“Jika Allegri musim ini memenangkan Scudetto, maka kita semua harus menundukkan kepala dan menjabat tangannya. Tapi Milan adalah tim yang kuat dan bisa bermain seratus kali lebih baik dibandingkan apa yang mereka tunjukkan sekarang.”

Menurut Trevisani, persoalan utama bukanlah kualitas pemain, melainkan bagaimana potensi tersebut diterjemahkan di atas lapangan.

“Apakah Allegri lebih baik dari Fonseca dan Conceição? Jelas iya. Tapi menurut saya, dia masih jauh di bawah Spalletti.”


🔴⚫ Rekomendasi Jersey AC Milan

Buat kamu fans AC Milan yang ingin jersey terbaru dengan kualitas bagus dan harga masih masuk akal, Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori jadi salah satu pilihan favorit banyak Rossoneri.

👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee:

https://s.shopee.co.id/9AJ1hSuueb


Menang Bukan Ukuran Tunggal

Trevisani kemudian mengkritik cara sebagian orang menilai kualitas pelatih hanya dari jumlah trofi.

“Dia menang lebih banyak? Itu karena dia melatih Juventus yang 20 poin lebih kuat dari tim peringkat kedua. ‘Dia menang’ bukanlah penilaian yang berarti apa-apa. Orang yang tidak paham apa-apa membuka almanak dan berkata: ‘Siapa yang menang? Oh, berarti kamu hebat.’”

Bagi Trevisani, analisis sepak bola harus berangkat dari apa yang terlihat di lapangan, bukan sekadar statistik sejarah.

“Saya menonton pertandingan. Conte yang membangun Juventus, lalu Allegri datang dan memenangkan Scudetto dengan tim itu.”

Analisis Redaksi

Pernyataan Trevisani mencerminkan perdebatan klasik seputar Allegri: hasil versus kualitas permainan. Di satu sisi, Allegri dikenal sebagai pelatih pragmatis yang mampu membawa hasil. Di sisi lain, dengan skuad Milan yang dinilai kuat, ekspektasi terhadap gaya bermain yang lebih dominan dan meyakinkan pun tak terhindarkan. Scudetto akan menjadi pembungkam semua kritik, namun selama itu belum tercapai, diskusi tentang batas maksimal Milan di bawah Allegri akan terus berlanjut.


Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap ada di tahun 2026 ini, silakan Klik di sini.