Ekspektasi besar langsung melekat pada Ardon Jashari sejak hari pertama ia resmi menjadi pemain AC Milan. Proses negosiasi yang panjang dengan Club Brugge serta investasi hampir 40 juta euro termasuk bonus membuat publik berharap banyak dari gelandang muda asal Swiss tersebut.
Sayangnya, perjalanan Jashari di musim perdananya tidak berjalan mulus. Cedera serius yang ia alami pada akhir Agustus, berupa fraktur perone kanan akibat benturan saat latihan dengan Santiago Gimenez, menjadi penghambat besar dalam proses adaptasinya.
Minim Menit Bermain, Adaptasi Tertunda
Absennya Jashari selama beberapa bulan membuat proses adaptasinya melambat, baik di dalam sistem permainan Milan asuhan Massimiliano Allegri maupun dalam memahami dinamika sepak bola Italia yang jauh berbeda dengan Belgia.
Di saat yang sama, Milan justru menemukan keseimbangan ideal di lini tengah. Luka Modric, yang awalnya diperkirakan akan beroperasi sebagai mezzala seperti di Real Madrid, justru ditempatkan Allegri sebagai regista di depan lini pertahanan setelah diskusi mendalam antara pelatih dan sang pemain.
Keputusan tersebut terbukti tepat. Modric menjadi pusat permainan, pengatur tempo, sekaligus titik keseimbangan tim. Konsekuensinya, ruang bagi Jashari pun semakin terbatas.
- Cedera panjang menghambat adaptasi awal Jashari.
- Modric menjelma sebagai regista utama Milan.
- Persaingan lini tengah makin ketat.
🔴⚫ Rekomendasi Jersey AC Milan
Buat kamu fans AC Milan yang ingin jersey terbaru dengan kualitas bagus dan harga masih masuk akal, Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori jadi salah satu pilihan favorit banyak Rossoneri.
👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee:
https://s.shopee.co.id/9AJ1hSuueb
Satu Tahun di “Sekolah” Luka Modric
Dengan Modric berada di depannya dalam hierarki tim, Jashari memang sulit mendapatkan menit bermain. Namun, kondisi ini tidak sepenuhnya negatif. Musim ini bisa menjadi masa pembelajaran yang sangat berharga bagi sang gelandang muda.
Belajar langsung dari peraih Ballon d’Or, memahami cara membaca permainan, mengatur posisi, dan mengambil keputusan di level tertinggi adalah bekal yang tak ternilai. Terlebih, musim depan Milan berpotensi kembali berlaga di kompetisi Eropa, yang otomatis akan meningkatkan jumlah pertandingan.
Dalam skenario tersebut, sangat kecil kemungkinan Modric—jika ia memperpanjang kontrak—bisa tampil di semua laga. Di titik itulah, Jashari diharapkan siap mengambil peran lebih besar setelah melalui masa “magang” ini.
Analisis Redaksi
Musim pertama Ardon Jashari di Milan memang belum sesuai ekspektasi publik, namun konteksnya sangat jelas: cedera, adaptasi, dan kehadiran seorang maestro di posisinya. Milan tidak membeli Jashari untuk dampak instan semata, melainkan sebagai proyek jangka menengah. Jika proses pembelajaran ini berjalan sesuai rencana, Rossoneri bisa memetik hasil besar dari kesabaran yang mereka tanam hari ini.
Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap ada di tahun 2026 ini, silakan Klik di sini.





