Musim pertama Ardon Jashari bersama AC Milan jelas bukan perjalanan yang mudah. Berbagai faktor membuat proses adaptasinya berjalan tersendat, namun kini ada sinyal kuat bahwa gelandang asal Swiss tersebut mulai kembali ke jalur yang tepat.
Seperti diulas Tuttosport melalui MilanPress, proses negosiasi antara Milan dan Club Brugge berlangsung sangat panjang. Selama hampir dua bulan, kesepakatan sempat berada di titik genting dan nyaris gagal. Setelah resmi bergabung, enam bulan pertama Jashari di Milan pun berjalan layaknya roller coaster.
Cedera Menghambat Awal Musim
Langkah Jashari terhenti di awal petualangannya akibat cedera serius. Pada akhir Agustus, ia mengalami fraktur pada kakinya saat sesi latihan, yang memaksanya menepi lebih dari dua setengah bulan. Cedera tersebut jelas menghambat proses adaptasi awalnya di lingkungan baru.
Jashari baru kembali merumput secara resmi pada akhir November. Sejak saat itu, ia perlahan mulai membangun kembali kondisi fisik dan posisinya dalam hierarki tim.
- Cedera fraktur kaki membuatnya absen lebih dari dua bulan.
- Resmi kembali bermain pada akhir November.
- Adaptasi berjalan bertahap dan penuh kesabaran.
Belajar di Balik Bayang-Bayang Modric
Massimiliano Allegri sangat menyadari kualitas dan potensi besar yang dimiliki Jashari. Namun, di depannya berdiri sosok luar biasa: Luka Modric. Peraih Ballon d’Or yang kini berusia 40 tahun tersebut masih menjadi pengendali utama permainan Milan.
Dalam situasi seperti ini, Jashari tidak punya pilihan selain belajar, mengamati, dan menyerap ilmu dari salah satu gelandang terbaik generasi modern. Sebuah proses yang berat, tetapi sangat berharga untuk perkembangan jangka panjangnya.
Tanda-Tanda Jashari yang Sebenarnya
Dalam penampilan terbarunya, mantan bintang Luzern itu mulai memperlihatkan karakter yang diharapkan Allegri. Determinasi, agresivitas, dan kepribadian kuat tampak jelas, terutama saat ia tampil selama sekitar 20 menit dalam laga melawan Bologna pada Selasa lalu.
Tak bisa dimungkiri, beban harga transfer sebesar 38 juta euro sempat membayangi langkah awalnya, terlebih setelah pulih dari cedera berat. Namun kini, Jashari terlihat lebih bebas, lebih percaya diri, dan mulai menunjukkan versi terbaik dirinya.
Analisis Redaksi
Perjalanan Jashari di Milan adalah contoh klasik bahwa adaptasi tidak selalu instan, terlebih bagi pemain muda dengan harga mahal dan ekspektasi tinggi. Cedera memang memperlambat prosesnya, tetapi sinyal kebangkitan kini semakin jelas. Jika konsistensi dan kepercayaan diri terus terjaga, Jashari berpotensi menjadi aset penting Milan di masa depan.
Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap bertahan hidup silakan Klik di sini.


