Nama AC Milan hampir mustahil dipisahkan dari Zlatan Ibrahimovic. Namun, perjalanan sang penyerang Swedia ke San Siro ternyata bisa saja berakhir sangat berbeda jika bukan karena kegigihan Adriano Galliani.
Ibrahimovic pertama kali bergabung dengan Milan pada 2010 dengan status pinjaman dari Barcelona. Musim tersebut langsung berbuah manis dengan raihan Scudetto, sebelum transfernya dipermanenkan setahun kemudian. Setelah itu, ia sempat hijrah ke Paris, namun takdir membawanya kembali ke Milan satu dekade kemudian.
Tiga Babak Berbeda Ibrahimovic di Milan
Kembalinya Ibrahimovic pada 2020 menjadi bagian penting dalam kebangkitan Milan. Meski tak lagi muda, perannya krusial dalam membangun mental juara hingga Rossoneri kembali merebut Scudetto.
- 2010–2012: Datang dari Barcelona, langsung juara Serie A
- 2019–2023: Kembali sebagai pemimpin ruang ganti
- Pasca-pensiun: Berperan di Casa Milan
Peran Krusial Adriano Galliani
Adriano Galliani, mantan CEO Milan, mengenang bagaimana transfer Ibrahimovic nyaris gagal. Ia mengungkapkan kisah tersebut dalam wawancara bersama Radio Rossonera.
“Saya percaya seorang manajer harus mampu membaca pelatih dan pemain yang bisa berkembang. Setelah lebih dari 50 tahun di sepak bola, sedikit banyak saya belajar memahami dinamika ini,” ujar Galliani.
Galliani juga menceritakan situasi pelik yang terjadi setelah kepergian Carlo Ancelotti dan keputusan Leonardo meninggalkan bangku pelatih pada 2010.
“Saya harus memilih pelatih baru, dan pada saat yang sama mencoba membangun tim yang kompetitif,” lanjutnya.
Malam Panjang Demi Ibrahimovic
Galliani mengakui bahwa dua hari terakhir bursa transfer musim panas 2010 menjadi momen yang sangat menegangkan. Dengan dukungan penuh dari Silvio Berlusconi, ia berusaha keras menghadirkan pemain-pemain kunci.
“Untuk menyenangkan Max Allegri, saya mencoba melakukan dua gebrakan di hari-hari terakhir: Ibrahimovic pada 28 Agustus dan Robinho di hari terakhir,” ungkap Galliani.
Bahkan, proses transfer Ibrahimovic membuat Galliani tak bisa tidur semalaman.
“Istri saya sampai panik karena tidak menemukan saya di tempat tidur. Saya mondar-mandir di ruang tamu sepanjang malam karena belum bisa menutup kesepakatan,” kenangnya.
Fondasi Scudetto Milan
Kedatangan Ibrahimovic dan Robinho terbukti menjadi fondasi sukses Milan. Di musim pertamanya bersama Allegri, Rossoneri langsung meraih Scudetto.
Kisah ini menegaskan bahwa di balik transfer besar, selalu ada kerja keras, intuisi, dan keberanian mengambil risiko. Tanpa Galliani, sejarah Zlatan Ibrahimovic bersama Milan mungkin tak akan pernah tercipta.
BeritaMilan.com dikelola secara independen dan bergantung pada dukungan pembaca untuk biaya operasional serta perawatan website.
Jika Anda ingin membantu menjaga keberlangsungan situs ini, silakan
klik di sini.





