AC Milan dan Al Hammadi Holding resmi mengumumkan peluncuran kolaborasi jangka panjang yang berpusat pada MilanLab.
Bagi Milanisti lama, MilanLab adalah legenda. Didirikan tahun 2002 (era Adriano Galliani), pusat riset berteknologi tinggi ini terkenal karena mampu memperpanjang karier pemain (ingat Paolo Maldini atau Costacurta?) lewat pendekatan data fisik, mental, dan biokimia.
Pertama dalam Sejarah
Dikutip dari situs resmi klub, untuk pertama kalinya dalam sejarah, model MilanLab akan menjadi “inti dari kemitraan internasional”.
- Mitra: Al Hammadi Holding, salah satu operator layanan kesehatan terkemuka di Arab Saudi.
- Tujuan: Menciptakan pusat keunggulan (center of excellence) pertama di Arab Saudi yang didedikasikan untuk kedokteran olahraga dan rehabilitasi.
- Visi: Mendukung target “Saudi Vision 2030” dalam bidang kesehatan dan pengembangan manusia.
Komentar Petinggi Klub

Maikel Oettle, Chief Revenue Officer AC Milan, menyambut gembira kesepakatan ini:
“Kami senang memulai perjalanan ini bersama Al Hammadi Holding… Ini adalah model yang mencerminkan kemampuan Klub kami untuk terus berinovasi… Kerjasama ini menyoroti pentingnya pasar strategis seperti Arab Saudi bagi AC Milan.”
Sementara itu, CEO Al Hammadi, Mohammed Saleh Al Hammadi, menyebut bahwa mengadopsi metodologi MilanLab adalah langkah besar untuk meningkatkan standar perawatan atlet di kerajaannya.
Langkah ini menegaskan bahwa AC Milan tidak hanya menjual tiket dan jersey, tetapi juga memiliki aset intelektual (IP) berkelas dunia yang laku dijual secara global.
Milan Jual Jimenez €22 Juta, tapi Cuma Kantongi €11 Juta, Kok Bisa? Baca analisisnya sambil ngopi, traktir mimin kopinya di sini.





