BeritaSerba Serbi

KALAH TELAK DARI INTER! Milan Turun ke Peringkat 15 di Deloitte Money League

×

KALAH TELAK DARI INTER! Milan Turun ke Peringkat 15 di Deloitte Money League

Sebarkan artikel ini
DELOITTE FOOTBALL League
DELOITTE FOOTBALL League

Laporan tahunan bergengsi Deloitte Football Money League baru saja dirilis, dan hasilnya membawa kabar kurang menyenangkan bagi AC Milan. Setelah sempat menahbiskan diri sebagai klub dengan pendapatan tertinggi di Italia pada edisi sebelumnya, Rossoneri kini harus rela menyerahkan mahkota tersebut kepada rival sekota, Inter Milan.

Dalam laporan yang menganalisis pendapatan klub musim 2024-25 ini, tidak ada satu pun klub Italia yang berhasil menembus 10 besar Eropa. Real Madrid masih kokoh di puncak sebagai satu-satunya klub yang menembus pendapatan €1 Miliar.

Inter Melonjak, Milan Stagnan

Sorotan utama tertuju pada pergeseran kekuatan finansial di Serie A. Inter Milan melakukan lompatan signifikan, sementara pertumbuhan Milan melambat.

  • Inter Milan (Peringkat 11): Nerazzurri mencatatkan pendapatan €537,5 juta. Ini adalah peningkatan masif sebesar 37% dibandingkan tahun sebelumnya.
  • AC Milan (Peringkat 15): Rossoneri turun ke posisi 15 dengan pendapatan €410 juta. Peningkatannya sangat tipis, hanya 3% dibanding tahun lalu.
  • Juventus (Peringkat 16): Si Nyonya Tua menguntit ketat di bawah Milan dengan €402 juta (naik 13%).

Peringkat 11-20 Deloitte Money League

Berikut adalah posisi Milan di antara klub-klub papan tengah Eropa dalam hal kekayaan:

  1. Inter – €538 juta
  2. Dortmund – €531 juta
  3. Atletico Madrid – €455 juta
  4. Aston Villa – €450 juta
  5. AC Milan – €410 juta
  6. Juventus – €402 juta
  7. Newcastle – €398 juta
  8. Stuttgart – €296 juta
  9. Benfica – €283 juta
  10. West Ham – €276 juta

“Milan, dengan peningkatan hanya 3%, berada di peringkat ke-15… Kesenjangan dengan klub-klub elit Eropa semakin lebar, di mana Real Madrid, Barcelona, dan Bayern Munchen mendominasi podium.”

Data ini menjadi “alarm” bagi Gerry Cardinale dan manajemen. Meskipun klub sehat dan profit, pertumbuhan pendapatan komersial dan matchday harus digenjot lebih keras jika ingin kembali bersaing di level elite, baik di dalam maupun luar lapangan.

Suka dengan tulisan admin? Yuk, belikan mimin secangkir kopi dengan cara Klik Disini.