Musim 2025/26 berjalan cukup aneh bagi Rafael Leao. Di atas kertas, statistik 8 gol dan 2 assist menunjukkan produktivitas yang solid, namun secara permainan, bintang AC Milan bernomor punggung 10 ini terlihat kesulitan menemukan ritme terbaiknya bersama tim.
Leao kini bertransformasi menjadi pemain yang lebih “konkret” (efektif mencetak gol) daripada pemain yang “mencolok” dengan gocekan mautnya. Perubahan gaya main ini ternyata bukan murni taktik, melainkan dipengaruhi oleh masalah kebugaran yang terus menghantuinya.
Masalah Fisik Menghambat Potensi
Absen dalam 8 pertandingan karena cedera dan bermain hanya dengan kapasitas 50-60% saat melawan Cagliari adalah bukti nyata perjuangan fisik Leao. Massimiliano Allegri menyoroti hal ini dalam konferensi persnya.
- Kurang Daya Ledak: Kondisi fisiknya saat ini memungkinkannya menjadi penentu di dalam kotak penalti, tetapi ia kesulitan melakukan lari jarak jauh (sprint) khasnya di sisi sayap kiri.
- Peringatan Allegri: “Di mana dia akan berakhir tergantung padanya… Namun, dia perlu meningkatkan kondisi fisiknya, karena hari ini dia tersedia tetapi dia tidak dalam kondisi prima.”
Kontribusi vs Performa
Contoh nyata terlihat saat laga melawan Como. Leao memberikan assist brilian untuk Adrien Rabiot, namun sisa aksinya di lapangan seringkali gagal atau mudah dipatahkan lawan.
“Adalah normal bagi pemain seperti Leao untuk menjadi penentu. Namun… dia harus kembali ke kondisi fisik terbaiknya.”
Allegri menuntut perbaikan segera. Jika Leao bisa memulihkan fisiknya 100%, kombinasi antara ketajaman barunya di depan gawang dan daya ledak lamanya di sayap akan membuat Milan memiliki senjata yang sangat mematikan di paruh kedua musim.
Suka dengan tulisan admin? Yuk, belikan mimin secangkir kopi dengan cara Klik Disini.





