AC Milan harus membayar mahal ketidakefektifan mereka di depan gawang. Hasil imbang 1-1 melawan Fiorentina membuat posisi Rossoneri dalam perburuan Scudetto semakin terjepit.
Saat ini Milan tertinggal dua poin dari Inter. Namun, jarak itu bisa melebar menjadi lima poin jika Nerazzurri berhasil mengalahkan Napoli dalam laga Big Match nanti malam. La Gazzetta dello Sport membedah tiga dosa utama yang membuat Milan kehilangan dua poin krusial di Florence.
3 Alasan Kegagalan Milan
Mengapa Milan gagal mengalahkan tim yang (di atas kertas) berada di papan bawah? Ada tiga faktor utama:
- Kualitas Lawan: Fiorentina bukan lagi tim yang sedang sakit. Mereka kini adalah sebuah unit yang solid. Mereka tahu cara bermain dan memiliki kualitas individu seperti David De Gea dan Moise Kean yang merepotkan.
- Pemborosan Babak Pertama: Milan sebenarnya memiliki 4 peluang emas dalam 8 menit di babak pertama. Christian Pulisic—secara tidak biasa—gagal mencetak gol dalam tiga kesempatan 1 lawan 1.
- Babak Kedua yang Buruk: Intensitas Rossoneri menurun drastis usai jeda. Mereka membiarkan Fiorentina berkembang hingga akhirnya Pietro Comuzzo mencetak gol sundulan di antara Pavlovic dan Bartesaghi.
Sorotan Pemain: Füllkrug vs Estupinan
Laga ini juga menjadi panggung kontras bagi beberapa pemain Milan.
- Niclas Füllkrug (Positif): Meski tidak mencetak gol, permainan penguasaan bola (hold-up play) striker Jerman ini sangat mengesankan. Ketiga peluang emas Pulisic lahir berkat umpan matangnya. Ia seharusnya pulang dengan hattrick assist jika rekannya lebih tajam.
- Pervis Estupinan (Negatif): Media Italia melabelinya sebagai “pemain terburuk di lapangan”. Ia akhirnya digantikan oleh Davide Bartesaghi di menit ke-60 bersamaan dengan ditariknya Jashari.
Pergantian Penyelamat
Masuknya Christopher Nkunku dan Youssouf Fofana mengubah segalanya. Kombinasi dua pemain pengganti ini menghasilkan gol penyeimbang di menit akhir. Umpan terobosan Fofana diselesaikan dengan dingin oleh Nkunku via tiang gawang.
“Nkunku menyamakan kedudukan dengan tembakan kaki kanan yang bagus… berkat pergerakannya di dalam kotak penalti dan Youssouf Fofana yang memberinya umpan terobosan.”
Namun, satu poin ini terasa tidak cukup. Milan juga beruntung tidak kalah setelah sepakan Marco Brescianini membentur tiang gawang di masa injury time.
Suka dengan tulisan admin? Yuk, belikan mimin secangkir kopi dengan cara Klik Disini.





