Berita

ALLEGRI NGAMUK! Menang Lawan Cagliari, Max Tetap Marah-Marah di Detik Terakhir

×

ALLEGRI NGAMUK! Menang Lawan Cagliari, Max Tetap Marah-Marah di Detik Terakhir

Sebarkan artikel ini
Massimiliano Allegri
Massimiliano Allegri

Kemenangan 1-0 AC Milan atas Cagliari diwarnai oleh pemandangan klasik yang sudah tidak asing lagi bagi para Milanisti: Massimiliano Allegri yang “meledak” di pinggir lapangan. Meskipun tiga poin sudah di depan mata, pelatih asal Tuscan itu tertangkap kamera sedang melampiaskan frustrasinya di detik-detik terakhir pertandingan.

Banyak spekulasi bermunculan mengenai penyebab kemarahan sang pelatih. Apakah karena aksi backheel berisiko dari Alexis Saelemaekers? Atau karena Mike Maignan harus bersusah payah menyelamatkan bola agar tidak menjadi tendangan sudut? Allegri akhirnya memberikan klarifikasi.

Kronologi Kejadian

Insiden bermula dari serangan balik Milan yang gagal. Niclas Füllkrug mencoba mengoper ke Christian Pulisic namun gagal, yang memicu serangan balik cepat Cagliari. Bola kemudian jatuh ke Saelemaekers yang melakukan backheel, memaksa Maignan berlari kencang untuk mencegah sepak pojok.

Alasan Sebenarnya: Keputusan Füllkrug

Dalam wawancara pasca-laga, Allegri menegaskan bahwa kemarahannya bukan tertuju pada Saelemaekers, melainkan pada pengambilan keputusan Niclas Füllkrug dalam situasi serangan balik tersebut.

  • Salah Arah Operan: “Füllkrug seharusnya memainkan bola ke sisi lapangan (ke sudut untuk buang waktu), tetapi malah memainkannya ke dalam (mencoba mencetak gol).”
  • Risiko Menit Akhir: Allegri menjelaskan filosofi pragmatisnya: “Karena dengan sisa waktu 10 detik, Anda tidak bisa kebobolan tendangan sudut karena akan terjadi perebutan bola di dalam kotak penalti.”

“Saya marah tentang itu… dengan sisa waktu 10 detik, Anda tidak bisa mengambil risiko.”

Meskipun Füllkrug tampil cukup baik dalam debutnya, momen ini menjadi pelajaran berharga tentang apa yang dituntut Allegri dalam hal game management: Kemenangan lebih penting daripada menambah gol, terutama di detik-detik krusial.

Ingin mentraktir penulis secangkir kopi? Silakan KLIK DISINI.