Kabar mengenai ketertarikan Fenerbahce terhadap Christopher Nkunku memang nyata. Klub raksasa Turki itu bahkan telah melakukan panggilan telepon resmi untuk memboyong sang striker. Di sisi manajemen, AC Milan pun dilaporkan terbuka untuk menjual jika ada tawaran senilai €37 juta (angka yang mereka bayarkan musim panas lalu) demi menghindari kerugian.
Namun, transfer sepak bola tidak hanya soal kesepakatan antar klub. Laporan terbaru dari La Gazzetta dello Sport edisi 31 Desember menegaskan bahwa faktor penentu utama adalah sang pemain itu sendiri. Dan saat ini, Nkunku mengatakan “Tidak” untuk Istanbul.
Alasan Profesional: Piala Dunia dan Liga Top
Bagi Nkunku, kepindahan ke Turki di usia 28 tahun dianggap sebagai langkah mundur dalam kariernya, terutama dengan Piala Dunia 2026 yang sudah di depan mata.
- Faktor Liga: Pindah ke Fenerbahce berarti keluar dari “Lima Liga Top Eropa”. Nkunku sadar ia harus bermain di level tertinggi (Serie A) untuk mengamankan tempatnya di Timnas Prancis.
- Adaptasi Selesai: Nkunku merasa masa-masa sulit (adaptasi, cedera, persiapan minim) sudah berlalu. Dua gol ke gawang Verona membuatnya yakin bahwa ia tidak perlu memulai dari nol lagi di negara baru pada bulan Januari.
- Masalah Gaji: Fenerbahce tidak bisa menawarkan kenaikan gaji drastis seperti klub Arab Saudi. Dengan gaji bersih €5 juta di Milan, aspek finansial di Turki tidak cukup menggoda untuk meninggalkan Italia.
Alasan Emosional: Dukungan ‘Keluarga’ Milan
Selain ambisi karier, Nkunku merasa sangat nyaman dengan lingkungan di Milanello. Dukungan yang ia terima saat masa-masa sulit menjadi kunci loyalitasnya.
- Solidaritas Tim: Momen ketika Luka Modric dan Christian Pulisic menyerahkan bola penalti kepadanya saat lawan Verona sangat membekas. Itu adalah bukti kepercayaan rekan setim.
- Koneksi Prancis: Persahabatan erat dengan Mike Maignan dan Adrien Rabiot (mantan rekan di PSG) membuatnya betah. Kota Milan juga menjadi tempat yang nyaman baginya setelah Paris dan London.
- Kepercayaan Allegri: Nkunku merasa selalu dipercaya oleh Massimiliano Allegri, yang kerap membelanya di depan media meski performanya sempat dikritik.
“Keseimbangan condong ke arah Nkunku untuk tetap bersama Rossoneri… Ia sama sekali tidak yakin akan memulai semuanya dari awal lagi pada bulan Januari, hanya beberapa bulan lagi menjelang Piala Dunia.”
Dengan demikian, reuni dengan mantan pelatihnya di RB Leipzig, Domenico Tedesco, di Fenerbahce tampaknya tidak akan terjadi. Nkunku memilih fokus penuh menatap laga melawan Cagliari.
Ingin mentraktir penulis secangkir kopi? Silakan KLIK DISINI.



