Berita

USIA HANYALAH ANGKA! Luka Modric Main 13 Kali Beruntun, Fisiknya Bikin Allegri Geleng-geleng!

×

USIA HANYALAH ANGKA! Luka Modric Main 13 Kali Beruntun, Fisiknya Bikin Allegri Geleng-geleng!

Sebarkan artikel ini
Photo: www.acmilan.com

Luka Modric telah memenangkan hampir semua gelar bergengsi dalam karier klubnya, namun Massimiliano Allegri terus mengandalkan pengalamannya yang tak ternilai di AC Milan. Gelandang gaek tersebut dipastikan tidak akan gemetar saat memimpin rekan-rekannya menghadapi laga krusial di San Siro malam ini.

Laporan La Gazzetta dello Sport menyoroti bagaimana rekan setim dan penggemar Milan kini telah menghafal aturan emas yang berlaku di Madrid sejak 2012. Aturan tersebut sederhana namun vital: jika Anda memberikan bola kepada Modric, maka bola itu aman.

Mesin Tua yang Tak Pernah Berhenti

Si jenius Kroasia dengan otak layaknya komputer sepak bola ini akan mencoba membawa Diavolo ke puncak klasemen, setidaknya untuk satu malam. Yang paling mencengangkan adalah stamina Modric yang seolah tidak memiliki batas meski baru saja merayakan ulang tahun ke-40 tiga bulan lalu.

Berikut adalah statistik “gila” fisik Modric musim ini yang jarang ditemukan pada pemain seusianya:

  • Konsistensi Starter: Akan memulai pertandingan liga ke-13 berturut-turut malam ini.
  • Durasi Bermain: Telah bermain penuh 90 menit dalam 11 laga terakhir secara beruntun.
  • Total Menit: Sudah mencatatkan 1.055 menit bermain di Serie A.

Di lima liga top Eropa, hampir mustahil menemukan pemain usia 40 tahun dengan konsistensi penggunaan seperti ini. Anda mungkin harus melihat ke Liga Arab Saudi (Cristiano Ronaldo) atau Brasil (Thiago Silva) untuk menemukan fenomena serupa.

Luka Modric, Adrien Rabiot
X

Koneksi Juara Bersama Rabiot

Manajemen Milan mungkin tahu mereka merekrut seorang juara, tetapi mereka tidak membayangkan Modric akan memiliki stamina dan dampak sebesar ini. Kehadirannya bersama Adrien Rabiot di lini tengah menciptakan perpaduan sempurna antara kelas, fisik, dan kecerdasan taktis.

Kedua pemain ini tahu cara memenangkan trofi, dan wajar jika rekan satu tim mengandalkan kepemimpinan mereka di momen krusial. Pelatih Lazio, Maurizio Sarri, dipastikan akan menginstruksikan pemainnya untuk mematikan pergerakan duo ini jika ingin mencuri poin.

Ujian Kedewasaan dan Scudetto

Laga melawan Lazio bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga ujian kedewasaan bagi tim yang baru saja memenangkan derby. Musim lalu Milan kesulitan menemukan konsistensi, namun di bawah Allegri dan komando Modric, musik permainan Rossoneri telah berubah menjadi simfoni kemenangan.

Dengan Modric yang bermain seolah setiap laga adalah final Piala Dunia, dan Rafael Leao yang mulai kembali tajam di kandang, mimpi Scudetto untuk bintang kedua bukan lagi sekadar ilusi. Kemenangan malam ini akan menjadi bukti sahih bahwa Milan siap bersaing hingga akhir musim.

Ingin mentraktir penulis secangkir kopi? Silakan KLIK DISINI.