AC Milan mendapat sedikit keuntungan dari jeda internasional, setelah Luka Modric berhasil mengamankan tempat di Piala Dunia kelimanya bersama Kroasia. Kepastian ini membuat sang maestro bisa menghemat tenaga jelang laga krusial pekan depan.
Harian La Gazzetta dello Sport melaporkan bahwa pelatih Kroasia, Dalic, kini bisa mengistirahatkan pemain intinya. Laga melawan Montenegro besok pun menjadi tidak lebih penting dari laga persahabatan.
Modric dipastikan tidak akan kembali ke Milanello lebih awal, namun ia akan duduk di bangku cadangan. Hal ini sangat penting untuk menghemat energi berharga jelang Derby Milan pertamanya.
Persiapan Terbaik dan Mimpi Lama Inter
Meskipun ia telah melakoni banyak derby di London dan Madrid, ini akan menjadi pengalaman pertamanya di Derby della Madonnina. Ironisnya, Inter nyaris merekrut Modric pada tahun 2018 lalu.
Zvonimir Boban, yang dianggap mentor oleh Modric, ikut berkomentar. Ia menyayangkan cara Real Madrid melepas sang pemain, namun senang dengan pilihan akhirnya.
“Sangat menyedihkan Madrid tidak mengizinkan Modric mengakhiri kariernya di sana, di klub tempat ia meninggalkan jejak epik di dunia sepak bola,” ujar Boban.
“Kami bermimpi dia kembali ke sini [Dinamo Zagreb], tetapi tidak mungkin. Modric membuat pilihan lain, dan karena bukan Dinamo, saya senang Milan,” ungkap mantan direktur Rossoneri itu.

Masa Depan Cerah di Milan
Luka Modric sendiri dilaporkan sangat bahagia di Milan, dan menganggapnya sebagai keajaiban di dalam maupun di luar lapangan. Seluruh keluarganya juga mencintai kota Milan.
Jika performa di lapangan terus berlanjut seperti ini, hampir dapat dipastikan bahwa Modric dan Milan akan tetap bersama selama satu tahun lagi. Sinyal perpanjangan kontrak semakin menguat.
Rekor Mengerikan Lawan Inter
Modric sebenarnya sudah pernah menghadapi Inter di masa lalu bersama Tottenham dan Real Madrid. Catatannya pun sangat mengerikan bagi Nerazzurri.
Berikut adalah rekor enam pertemuan Modric melawan Inter:
- Total Pertemuan: 6
- Kemenangan: 5 (Empat bersama Real Madrid, satu bersama Spurs)
- Kekalahan: 1 (Hanya di pertemuan pertama mereka)
Meskipun pertandingan hari Minggu nanti bukan final Liga Champions, laga ini bisa menjadi titik balik krusial bagi perburuan Scudetto. Inter bisa unggul lima poin, atau Milan bisa melompati rival sekota mereka.
Dukung situs ini agar tetap eksis dengan cara KLIK DI SINI. Sekecil apa pun donasi Anda akan sangat berarti bagi kami.





