6 Pemain Inggris Yang Pernah Memperkuat AC Milan

Photos: sempremilan.com

Berita AC Milan – Pesepakbola Inggris dikenal sebagai pemain yang tidak mau ambil resiko untuk meniti karier di luar negeri. Meskipun begitu, hal tersebut bisa dikatakan wajar karena Inggris memiliki ekosistem sepakbola sangat bagus mulai dari tingkat bawah sampai tertinggi seperti Liga Primer Inggris.

Hanya ada segelintir pemain Inggris yang memberanikan diri sekaligus menantang dirinya berkarier di luar negeri, terutama mencoba atmosfer sepakbola Italia. Biasanya pemain-pemain tersebut lebih senang untuk langsung bergabung ke tim besar seperti Juventus, Inter Milan dan AC Milan.

Bacaan Lainnya

Sejak berdirinya klub pada tahun 1899, AC Milan hanya pernah disinggahi oleh enam pemain Inggris sampai saat ini. Padahal Rossoneri merupakan salah satu klub langganan juara, baik di domestik maupun kompetisi Eropa beberapa waktu lalu.

Yang paling dikenal tentu saja David Beckham yang berseragam Rossoneri pada periode 2009-2010. Selain itu ada juga Fikayo Tomori yang baru didatangkan AC Milan awal musim 2021/22 ini.

Penasaran siapa saja pemain Inggris yang pernah bermain untuk Rossoneri? Pada kesempatan kali ini beritamilan.com akan membahas tentang enam pemain berkebangsaan Inggris yang pernah memperkuat AC Milan.

Jimmy Greaves

Jimmy Greaves
Photos: reddit.com

Rossoneri beruntung bisa mendapatkan penyerang mematikan seperti Jimmy Greaves di tahun 1961 hanya dengan harga kurang dari 100 ribu euro. Jimmy Greaves sebenarnya tidak ingin pergi dari London saat itu, akan tetapi AC Milan melakukan langkah cepat sebelum kesepakatan tersebut bisa dibatalkan.

Penyerang tersebut merupakan topskorer kedua sepanjang masa Chelsea pada saat itu. Dalam kurun waktu empat tahun saja, Jimmy Greaves telah mencetak 132 gol untuk Chelsea.

Catatan tersebut jelas membuat ekspektasi publik San Siro saat itu tinggi. Bahkan ia diyakini bakal menjadi pemain penting yang dapat membantu Rossoneri memenangkan banyak gelar pada saat itu.

Sayangnya, keinginan tersebut tidak terwujud karena Jimmy Greaves hanya memperkuat AC Milan selama setengah tahun. Bersama AC Milan, penyerang kelahiran Essex, Inggris itu hanya bermain sebanyak 13 pertandingan tetapi mampu mengoleksi sembilan gol.

Jimmy Greaves dijual di musim dingin 1961 karena pelatih kepala Rossoneri saat itu, Nereo Rocco tidak senang dengan sikapnya yang arogan. Nereo Rocco bahkan pernah memarahinya habis-habisan karena menendang salah satu pemain Sampdoria. Padahal, saat itu Jimmy Greaves menjadi pemain yang mencetak gol melawan tim tersebut.

Luther Blissett

Luther Blissett
Photos: talksport.com

Luther Blissett memperkuat Watford selama delapan musim sebelum berseragam Rossoneri. Didatangkan seharga 1,4 juta euro pada musim panas 1983, performa Luther Blissett tidak sesuai dengan harapan.

Manajemen AC Milan memutuskan untuk menjualnya lagi ke Watford di tahun berikutnya, sebab ia hanya mencetak enam gol dalam 39 pertandingan. Padahal di musim 1982/83, Luther Blissett merupakan topskorer Liga Inggris dengan torehan 27 gol dan membawa Watford berada di peringkat kedua klasemen akhir liga.

Mark Hateley

Mark Hateley
Photos: belfasttelegraph.co.uk

AC Milan mendatangkan salah satu pemain bintang divisi dua Liga Inggris yakni Mark Hateley dari Portsmouth pada musim panas 1984. Mark Hateley direkrut Rossoneri setelah mencetak 22 gol untuk Portsmouth di kompetisi liga musim 1983/84.

Sayangnya, nasib Mark Hateley ternyata sama seperti Luther Bissett yang tidak mampu mencetak banyak gol setelah pindah dari Inggris ke Italia. Dari 86 pertandingan, Mark Hateley hanya mampu mengumpulkan 21 gol ditambah sembilan assist untuk Rossoneri.

Meskipun begitu, ia sempat menjadi pahlawan AC Milan kala menjadi penentu kemenangan di laga derbi pada Oktober 1984 silam. Mencetak satu gol ke gawang Inter Milan saat itu, Mark Hateley berhasil memutus rekor tanpa kemenangan AC Milan di pertandingan derbi selama enam tahun.

Ray Wilkins

Ray Wilkins AC Milan
Photo: dailymail.co.uk

Ray Wilkins datang berbarengan dengan Mark Hateley pada musim panas 1984 silam. Akan tetapi, Ray Wilkins telah memperkuat dua klub besar Inggris yaitu Chelsea dan Manchester United sebelum datang ke San Siro.

Di tahun pertama gelandang kelahiran Hillingdon, Inggris itu bermain sebanyak 28 pertandingan dan membawa AC Milan menempati peringkat lima Serie A 1984/85. Ia juga membantu Rossoneri mencapai final Coppa Italia di musim tersebut.

Ray Wilkins tetap menjadi pilihan utama pelatih Nils Liedholm karena bermain sebanyak 41 pertandingan di semua kompetisi. Sayangnya, di musim ketiganya, posisi Ray Wilkins mulai tergeser oleh Roberto Donadoni, Agostino Di Bartolomei serta Alberigo Evani.

Setelah itu Ray Wilkins memutuskan untuk pergi ke PSG karena kehadirannya mulai tergantikan oleh tiga pemain tersebut. Selama berseragam Rossoneri, gelandang tersebut memiliki catatan tiga gol dan 16 assist dalam 105 pertandingan.

David Beckham

David Beckham
Photos: fourfourtwo.com

David Beckham merupakan salah satu pemain bintang nan berkelas dunia yang pernah singgah di AC Milan. Pemain yang menempati posisi gelandang itu didatangkan dengan status pinjaman oleh Rossoneri di dua periode, yaitu paruh kedua musim 2008/09 serta paruh kedua musim 2009/10 dari LA Galaxy.

Bersama AC Milan, David Beckham mencatatkan 33 penampilan dengan total dua gol serta sembilan assist. Selama berseragam AC Milan, ia menggunakan nomor punggung 32 yang sebelumnya dipakai oleh Christian Vieri.

Karena pada saat itu nomor punggung kesukaannya yaitu 7 dan 23 masih ada yang memakainya. Nomor 7 dipakai oleh Alexandre Pato dan nomor 23 digunakan oleh kapten Rossoneri saat itu yakni Massimo Ambrosini.

David Beckham memiliki peran penting dalam skema permainan pelatih Carlo Ancelotti saat itu, meskipun usianya sudah menginjak 33 tahun. Carlo Ancelotti lebih sering melibatkan David Beckham dalam membangun serangan, dengan cara memberikan umpan silang kepada pemain depan.

Saat itu usianya memang sudah tidak muda lagi, oleh sebab itu Carlo Ancelotti memberinya tugas ‘ringan’ untuknya. Sebab saat itu David sudah tidak bisa bermain dalam tempo permainan cepat, oleh sebab itu ia hanya bertugas memberi umpan sekaligus membuka peluang mencetak gol.

David Beckham tidak memperpanjang masa pinjamannya bersama AC Milan akibat mengalami cedera parah di akhir musim 2009/10. Karena cedera tersebut, ia harus absen bermain sepakbola selama kurang lebih empat bulan.

Fikayo Tomori

Tomori
Photo: @ACMilan

Pemain Inggris terakhir yang pernah memperkuat AC Milan tentu Fikayo Tomori, karena bek tersebut baru memperkuat Rossoneri sejak awal tahun 2021 lalu. Awalnya ia dipinjam dari Chelsea selama setengah musim, kemudian AC Milan menebusnya dengan harga hampir 30 juta euro.

Sejauh ini performa Fikayo Tomori terbilang cukup memuaskan dalam mengawal sektor pertahanan skuat asuhan Stefano Pioli. Terbukti dari posisi AC Milan yang kini berada di pucuk klasemen sementara Serie A 2021/22.

Meskipun begitu, sayangnya Fikayo Tomori belum mendapat kesempatan untuk bermain di Timnas Inggris. Padahal dengan performa apiknya musim ini, Fikayo Tomori berharap dirinya bisa dipanggil oleh Gareth Southgate ke tim nasional. Apalagi pada akhir tahun 2022 ini bakal digelar Piala Dunia yang berlangsung di Qatar.

Sekian informasi seputar enam pemain Inggris yang pernah berseragam Rossoneri dalam sejarah klub. Semoga di masa depan bakal datang lagi pemain Inggris yang punya kemampuan bagus dalam bermain sepakbola demi kemajuan klub baik di domestik maupun kompetisi Eropa.

Pos terkait