Tag: Bologna

  • Titik Balik Rossoneri, Furlani Tunjukkan Taring, FIGC Langsung Akui Kesalahan Wasitnya!

    Titik Balik Rossoneri, Furlani Tunjukkan Taring, FIGC Langsung Akui Kesalahan Wasitnya!

    Manajemen AC Milan mengambil sebuah tindakan tegas. Klub jarang melakukan hal ini dalam beberapa tahun terakhir. CEO Giorgio Furlani dilaporkan secara pribadi memprotes kinerja wasit. Sikap ini bisa menjadi sebuah titik balik penting bagi klub.

    Protes ini terkait insiden penganuliran penalti Christopher Nkunku saat melawan Bologna.

    Panggilan Protes Langsung ke Petinggi Liga

    Harian La Gazzetta dello Sport melaporkan langkah tegas Furlani ini. Sang CEO menelepon langsung para petinggi di FIGC (Federasi Sepak Bola Italia) dan Lega Serie A. Ia secara formal memprotes keputusan VAR yang merugikan timnya. Panggilan teleponnya ternyata membuahkan hasil. Kedua lembaga tersebut dilaporkan telah mengakui adanya kesalahan.

    Mengubah Citra Pasif Klub

    Langkah Furlani ini sangat signifikan. I Rossoneri sering dianggap terlalu pasif dan lebih fokus pada bisnis. Banyak yang percaya klub tidak memiliki “keberanian” untuk bersuara keras. Penjualan Tijjani Reijnders di musim panas sempat memperkuat keyakinan itu. Kini, Furlani menunjukkan bahwa Milan siap untuk memperjuangkan haknya.

    Awal dari Era Baru?

    Banyak pihak berharap ini adalah sebuah titik balik. Il Diavolo Rosso menunjukkan bahwa mereka tidak akan tinggal diam saat merasa dirugikan. Pengakuan kesalahan dari Presiden FIGC, Gabriele Gravina, adalah bukti awal. Protes dari klub ternyata didengar dan membuahkan hasil. Sikap tegas seperti inilah yang telah lama dinantikan oleh para penggemar.

    Satu panggilan telepon mungkin tidak akan mengubah hasil pertandingan yang telah usai. Namun, dampaknya bisa terasa dalam jangka panjang.

    Tindakan tegas Giorgio Furlani mengirimkan pesan yang sangat jelas ke seluruh elemen sepak bola Italia: AC Milan tidak lagi menjadi raksasa yang tertidur di meja perundingan. Membangun kembali kekuatan di luar lapangan sama pentingnya dengan membangun kekuatan di dalam lapangan.

    Photo: www.acmilan.com

    Terus ikuti perkembangan dan berita AC Milan terbaru hanya di Beritamilan.com.

  • Gestur Berkelas Allegri: Minta Fans Tepuk Tangan untuk Gimenez yang Frustrasi

    Gestur Berkelas Allegri: Minta Fans Tepuk Tangan untuk Gimenez yang Frustrasi

    Massimiliano Allegri memberikan dukungan penuh. Ia menunjukkan gestur berkelas untuk striker AC Milan, Santiago Gimenez. Momen ini terjadi saat Gimenez ditarik keluar lapangan. Ia tampil kurang beruntung dalam laga melawan Bologna.

    Allegri secara terbuka membela sang pemain dari potensi kritik para penggemar.

    Momen Saat Pergantian Pemain

    Allegri memutuskan untuk menarik keluar Gimenez di babak kedua. Saat sang pemain berjalan ke pinggir lapangan, Allegri menoleh ke arah tribun. Ia meminta para penggemar untuk memberikan tepuk tangan. Para staf dan bahkan Luka Modric ikut memberikan aplaus. Beberapa suporter pun mengikuti instruksi tersebut.

    Pujian Pasca Pertandingan

    Setelah pertandingan, Allegri kembali menekankan dukungannya. Ia berbicara kepada DAZN. Ia mengaku sangat senang dengan etos kerja yang ditunjukkan oleh Gimenez. Ia tidak terlalu mempermasalahkan peluang yang terbuang.

    “Dia banyak berlari, membantu, dan menekan. Dia memang memiliki beberapa peluang, tetapi dia juga datang dengan kurang fokus meskipun telah bekerja keras. Secara teknis, dia juga bekerja dengan sangat baik.”

    Percakapan di Pinggir Lapangan

    Saat Gimenez tiba di bangku cadangan, Allegri langsung menghampirinya. Ia memberikan kata-kata penyemangat. Sang pelatih berkata kepada pemain Meksiko itu:

    “Kamu bermain untuk tim. Kerja bagus, kerja bagus.”

    Gestur dan komentar publik dari Massimiliano Allegri ini adalah sebuah masterclass dalam manajemen pemain. Setelah drama transfer yang hampir membuat Gimenez hengkang, sang pelatih kini secara aktif membangun kembali kepercayaan diri strikernya.

    Ia mengirimkan pesan yang jelas kepada semua pihak: di timnya, kerja keras untuk kolektivitas lebih dihargai daripada sekadar gol. Langkah ini bisa menjadi kunci untuk membuka potensi terbaik dari I Rossoneri musim ini.

    Terus ikuti perkembangan dan berita AC Milan terbaru hanya di Beritamilan.com.

  • Media Italia Kompak: Milan Dirampok Tiga Penalti dalam Satu Pertandingan!

    Media Italia Kompak: Milan Dirampok Tiga Penalti dalam Satu Pertandingan!

    Kemenangan 1-0 AC Milan atas Bologna diwarnai oleh kontroversi wasit. Kinerja wasit Matteo Marcenaro dan tim VAR menjadi sorotan tajam. Media-media Italia kompak mengkritik keputusan mereka. Puncaknya adalah penganuliran penalti untuk Christopher Nkunku.

    Insiden ini bahkan memicu kartu merah untuk pelatih Massimiliano Allegri.

    ‘Rekor Dunia Tiga Kesalahan’ dari Fabio Caressa

    Jurnalis senior Sky Sport, Fabio Caressa, memberikan kritik yang sangat pedas. Ia menyebut apa yang terjadi di San Siro adalah sebuah rekor dunia.

    “Ini rekor dunia bagi wasit dan VAR untuk membuat tiga kesalahan dalam permainan yang sama. Menurut saya, itu salah satu hal yang paling tidak bisa dimengerti,” katanya (via MilanNews).

    “Saya akan menjelaskan secara teknis bagaimana seharusnya hal itu terjadi: kontak pertama memang ada, dianggap sebagai dorongan oleh VAR, tetapi kontak kedua tidak ada menurut wasit yang melihat monitor.”

    “Satu-satunya masalah adalah kontak sebelumnya merupakan penalti yang jelas dan tidak diintervensi oleh VAR karena kemungkinan besar itu adalah dorongan dan tidak dapat diintervensi.”

    Analisis dari Gazzetta dan Ravezzani

    Direktur Telelombardia, Fabio Ravezzani, juga menyuarakan hal senada. Ia belum pernah melihat hal seperti ini sebelumnya.

    “Saya belum pernah melihat tiga penalti yang jelas dianulir untuk tim yang sama, salah satunya dianulir oleh VAR. Milan berhasil mengatasi ketidakadilan rekor ini dan menunjukkan bahwa penalti-penalti itu sangat berharga.”

    Harian La Gazzetta dello Sport juga menganalisis insiden tersebut. Mereka menyoroti kesalahan komunikasi antara wasit di lapangan dan di ruang VAR.

    “Terjadi kesalahan antara wasit dan VAR: wasit memberikan penalti atas pelanggaran Freuler terhadap Nkunku, tetapi kemudian dipanggil ke monitor oleh Fabbri dan membatalkannya, tanpa menganalisis dorongan yang jelas sebelumnya oleh Lucumi… terhadap pemain Prancis itu: penalti dan kartu merah.”

    Kesalahan Prosedural VAR

    Akun media sosial yang fokus pada analisis wasit, Errori Arbitrali, juga membedah insiden ini. Mereka menyebut adanya kesalahan prosedur yang serius.

    “Kesalahan komunikasi serius antara VAR dan wasit di saat-saat terakhir: wasit diminta meninjau penalti yang diberikan kepada Rossoneri (prosedur yang benar).”

    “Namun tidak ada saran untuk meninjau apa yang terjadi beberapa detik sebelumnya: sebuah dorongan dan kontak… oleh Lucumi terhadap Nkunku… Oleh karena itu, merupakan kesalahan karena tidak menampilkan insiden ini: menurut saya, penalti tidak diberikan.”

    Kontroversi ini menjadi anekdot pahit di balik kemenangan penting I Rossoneri. Meskipun tiga poin berhasil diamankan, insiden ini kembali membuka perdebatan panjang tentang konsistensi penggunaan VAR di Serie A.

    Bagi Il Diavolo Rosso, ini adalah pengingat bahwa terkadang mereka tidak hanya harus melawan 11 pemain di lapangan, tetapi juga melawan keputusan-keputusan yang meragukan.

     

    Terus ikuti perkembangan dan berita AC Milan terbaru hanya di Beritamilan.com.

  • Matteo Gabbia Tegas: ‘Bagi Kami, Insiden Nkunku Jelas Penalti’

    Matteo Gabbia Tegas: ‘Bagi Kami, Insiden Nkunku Jelas Penalti’

    Matteo Gabbia yakin AC Milan seharusnya mendapatkan penalti. Ia mengomentari insiden kontroversial di akhir laga. Momen itu melibatkan rekrutan baru, Christopher Nkunku. Wasit menganulir keputusan penalti setelah intervensi VAR.

    Komentar ini ia sampaikan setelah kemenangan 1-0 atas Bologna pada Minggu malam.

    Penalti yang Dianulir

    Gabbia berbicara kepada DAZN setelah pertandingan. MilanNews melaporkan komentarnya. Ia dengan tegas menyatakan pandangan tim mengenai insiden Nkunku.

    “Situasi yang menurut kami, sebagai tim Milan, adalah penalti. Keputusan dibuat oleh orang lain; wasit melihat sesuatu secara berbeda. Untungnya, hari ini, kerja sama tim memungkinkan kami untuk memenangkan pertandingan.”

    “Tidak ada gunanya berkutat pada insiden itu. Saya kasihan pada Chris [Nkunku], karena dia pasti akan melakukan tendangan itu. Saya ingin dia memecah kebuntuan di pertandingan pertamanya di San Siro.”

    Pujian untuk Nkunku dan Reaksi Allegri

    Photo: www.acmilan.com

    Meskipun baru bergabung, Nkunku telah menunjukkan kepribadian yang kuat. Gabbia juga memaklumi reaksi keras dari sang pelatih.

    “Sangat [punya kepribadian], dia pemain yang sangat kuat. Saya tidak menemukannya. Kariernya menunjukkan dia punya banyak kepribadian. Kami menikmatinya.”

    “Reaksi pelatih tentu sama dengan kami semua. Tapi kami perlu lebih seimbang di lapangan. Pelatih dan stafnya ada di sana hingga menit terakhir, menyemangati kami dan memberi tahu kami sesuatu yang ekstra.”

    Kondisi Maignan dan Kerja Keras Tim

    Terakhir, bek Italia ini memberikan kabar terbaru soal Mike Maignan. Ia juga memuji kerja keras seluruh tim dalam fase bertahan.

    “Dia sangat kecewa meninggalkan lapangan hari ini; dia ingin membantu tim memenangkan pertandingan. Dia akan menjalani tes minggu ini, dan kita lihat saja nanti. Saya turut berduka cita untuk Mike; saya tahu betapa profesionalnya dia.”

    “Saya juga ingin mengucapkan selamat kepada Terracciano; dia bermain dengan sangat baik. Dia menunjukkan bahwa dia memiliki pengalaman yang hebat, dan dia sangat membantu kami.”

    “Hari ini, juga di Lecce, kami memberikan umpan balik positif, terutama untuk diri kami sendiri. Kami benar-benar bekerja sebagai tim. Saya ingin mengucapkan selamat kepada Santi, Loftus, dan Pulisic. Mereka membantu kami di lini depan dengan tekanan yang kuat, yang membuat pertahanan kami lebih mudah.”

    Wawancara Matteo Gabbia ini sekali lagi menunjukkan peran barunya sebagai salah satu pemimpin di ruang ganti I Rossoneri. Ia tidak hanya berbicara tentang performa teknis, tetapi juga secara terbuka membela rekan setimnya yang baru dan memahami reaksi emosional pelatihnya.

    Sikap dewasanya, ditambah dengan kemampuannya mengorganisir pertahanan, menjadi sinyal kuat bahwa Il Diavolo Rosso telah menemukan pilar baru yang bisa diandalkan untuk jangka panjang.

    Photo: www.acmilan.com

    Terus ikuti perkembangan dan berita AC Milan terbaru hanya di Beritamilan.com.

  • Koni De Winter Usai Debut Manis: ‘Inilah yang Diinginkan Pelatih, Menang sebagai Tim’

    Koni De Winter Usai Debut Manis: ‘Inilah yang Diinginkan Pelatih, Menang sebagai Tim’

    Koni De Winter merasa senang. Ia telah melakoni debutnya bersama AC Milan. Ia tampil dalam kemenangan 1-0 atas Bologna. Bek asal Belgia ini bermain sepanjang babak kedua di San Siro.

    Ia masuk menggantikan Strahinja Pavlovic yang mengalami cedera.

    Menang sebagai Sebuah Tim

    De Winter berbicara kepada jurnalis di zona campuran. MilanNews melaporkan komentarnya. Ia menekankan pentingnya kemenangan kolektif. Ia juga merasa nyaman dengan posisi yang ia mainkan.

    “Kami berjuang sebagai tim, bertahan dan menyerang sebagai tim. Inilah yang diinginkan pelatih, beliau ingin kami bermain dan menang sebagai tim. Saya merasa baik, saya senang bisa debut. Saya bermain di posisi yang saya kenal, jadi semuanya baik-baik saja.”

    Dukungan untuk Santiago Gimenez

    Photo: www.acmilan.com

    Meskipun tidak mencetak gol, Santiago Gimenez tetap mendapat dukungan. De Winter memuji kerja keras rekan setimnya tersebut. Ia yakin gol akan segera datang untuk sang striker.

    “Ketika menang, kami selalu merasa senang, bahkan di ruang ganti pun kami bisa merasakannya. Ketika menang, kami semua senang. Gimenez? Dia bekerja keras dan bermain untuk tim, ketika menang, tidak ada yang merasa sedih. Gol dan waktunya akan tiba.”

    Debut Solid di Lini Pertahanan

    De Winter bergabung dengan I Rossoneri pada bulan Agustus. Ia didatangkan setelah penjualan Malick Thiaw. Debutnya pada Minggu malam terbilang solid. Ia turut berkontribusi dalam catatan clean sheet Il Diavolo Rosso. Penampilannya yang tenang membantu tim membatasi Bologna tanpa satu pun tembakan tepat sasaran.

    Debut Koni De Winter di tengah pertandingan yang sulit menjadi sebuah anekdot positif bagi Milan. Di saat tim kehilangan satu bek karena cedera, bek muda lainnya justru masuk dan tampil solid tanpa persiapan.

    Momen ini menunjukkan bahwa investasi pada talenta muda seperti De Winter bisa memberikan hasil instan saat dibutuhkan. Kemampuannya untuk langsung menyatu dengan ritme permainan adalah sinyal yang sangat menjanjikan untuk masa depannya di lini pertahanan Rossoneri.

    Terus ikuti perkembangan dan berita AC Milan terbaru hanya di Beritamilan.com.

  • Luka Modric Bercanda Usai Cetak Gol: ‘Semoga Lain Kali Kau Tidak Mengingatkanku Tentang Usiaku’

    Luka Modric Bercanda Usai Cetak Gol: ‘Semoga Lain Kali Kau Tidak Mengingatkanku Tentang Usiaku’

    Luka Modric kembali menjadi pahlawan kemenangan. Ia mencetak gol tunggal yang membawa AC Milan menaklukkan Bologna 1-0. Setelah pertandingan, ia berbicara kepada media. Gelandang veteran ini bahkan sempat bercanda tentang usianya.

    Golnya di babak kedua memastikan tiga poin penting bagi Rossoneri di San Siro.

    Gol Penentu di Usia 40 Tahun

    Pemain asal Kroasia ini baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-40. Namun, ia membuktikan bahwa kelasnya tidak luntur. Golnya pada menit ke-60 menjadi pembeda. Ia dengan sempurna memanfaatkan umpan tarik apik dari Alexis Saelemaekers. Reaksinya setelah mencetak gol menunjukkan betapa berartinya momen tersebut baginya.

    Photo: www.acmilan.com

    ‘Kami Berjuang Sebagai Tim’

    Modric berbicara kepada DAZN setelah peluit panjang. MilanNews mentranskripsikan komentarnya. Ia ditanya mengenai perasaannya setelah menjadi penentu kemenangan.

    “Kami menang, itu yang terpenting. Sekarang kami fokus ke pertandingan berikutnya.”

    Ia kemudian menjawab pertanyaan mengenai golnya di usia 40 tahun dengan sebuah candaan. Ia lalu memuji rekan setimnya.

    “Semoga lain kali kau tidak mengingatkanku tentang usiaku… Aku bercanda. Umpan dari Alexis sangat bagus. Kami berjuang sebagai tim, dan dari pertandingan ke pertandingan kami akan semakin baik seiring kami semakin mengenal satu sama lain dan dengan kembalinya beberapa pemain.”

    Motor Permainan I Rossoneri

    Gol ini melengkapi penampilan impresif lainnya dari sang maestro. Modric kembali menjadi motor permainan I Rossoneri. Ia mendikte tempo permainan dari lini tengah.

    Kepemimpinan dan ketenangannya sangat terasa di atas lapangan. Il Diavolo Rosso kini sangat bergantung pada kehadirannya.

    Terus ikuti perkembangan dan berita AC Milan terbaru hanya di Beritamilan.com.

  • Reaksi Allegri Usai Kalahkan Bologna: Puji Modric Luar Biasa, Bela Gimenez, dan Konfirmasi Cedera Maignan

    Reaksi Allegri Usai Kalahkan Bologna: Puji Modric Luar Biasa, Bela Gimenez, dan Konfirmasi Cedera Maignan

    Pelatih kepala AC Milan, Massimiliano Allegri, berbicara kepada media. Ia memberikan komentarnya setelah kemenangan 1-0 atas Bologna. Ia memuji penampilan timnya, terutama sang pencetak gol, Luka Modric.

    Namun, kemenangan ini juga diwarnai oleh cedera Mike Maignan dan kartu merah untuk sang pelatih.

    Pujian Setinggi Langit untuk Luka Modric

    Allegri berbicara kepada DAZN. Ia tidak bisa menyembunyikan kekagumannya terhadap Luka Modric. Ia juga memuji kekompakan tim secara keseluruhan.

    “Luka adalah pemain yang luar biasa. Senang sekali menyaksikannya bermain dan dia orang yang sangat rendah hati. Dia luar biasa. Semua pemain bermain dengan hebat, penting untuk menang di kandang tanpa kebobolan. Di saat-saat sulit, tim tetap bersatu.”

    Pembelaan untuk Santiago Gimenez

    Photo: www.acmilan.com

    Meskipun menyia-nyiakan beberapa peluang emas, Santiago Gimenez tetap mendapat pembelaan. Allegri mengaku senang dengan kerja keras yang ditunjukkan oleh striker asal Meksiko itu.

    “Dia banyak berlari, dia menekan. Dia memiliki dua atau tiga peluang emas, memang benar, tetapi dia tidak sepenuhnya memanfaatkannya setelah semua pekerjaan yang telah dia lakukan untuk tim. Dia orang yang baik dan dia juga sangat bagus secara teknis, jadi saya senang.”

    Update Cedera Maignan dan Insiden Kartu Merah

    Allegri memberikan kabar buruk mengenai kondisi Mike Maignan. Ia juga menjelaskan insiden kartu merah yang ia terima di akhir laga.

    “Saya yakin dia tidak akan bermain di Udine; betisnya bermasalah. Terracciano menjalani debut yang bagus di San Siro, saya sangat senang, dan kami juga memiliki Torriani, yang sangat bagus.”

    “Tidak ada yang istimewa [soal kartu merah]. Ada insiden penalti, saya berselisih dengan ofisial keempat, dan untungnya jaket saya menyelamatkan saya.”

    Tujuan Utama Tetap Liga Champions

    Photo: www.acmilan.com

    Terakhir, Allegri kembali menegaskan tujuan utama I Rossoneri musim ini. Ia juga memuji etos kerja para pemainnya.

    “Mereka adalah sekelompok pemain yang luar biasa, mereka bekerja keras, dan saya tentu saja tidak mengeluh. Tujuan kami, bersama klub, adalah kembali bermain di Liga Champions. Kami harus meningkatkan diri, kami tidak boleh terlalu bersemangat, tetapi harus diakui bahwa para pemain bermain dengan sangat baik.”

    Anekdot tentang Allegri yang melepas jaketnya saat marah kepada wasit bukanlah hal baru. Para penggemar Juventus tentu sangat familiar dengan pemandangan tersebut.

    Momen ini seolah menjadi penanda bahwa sang pelatih telah kembali ke elemennya: penuh gairah, menuntut, dan rela melakukan apa saja untuk melindungi timnya.

    Bagi Il Diavolo Rosso, memiliki pelatih dengan api semangat seperti itu di pinggir lapangan bisa menjadi pembeda di musim yang panjang ini.

    Terus ikuti perkembangan dan berita AC Milan terbaru hanya di Beritamilan.com.

  • Saelemaekers Puji Modric: ‘Saya Menontonnya Saat Kecil, Sekarang Saya Bermain Dengannya’

    Saelemaekers Puji Modric: ‘Saya Menontonnya Saat Kecil, Sekarang Saya Bermain Dengannya’

    Alexis Saelemaekers mengonfirmasi bahwa ia sangat menikmati peran barunya. Bintang AC Milan ini juga memberikan pujian setinggi langit untuk Luka Modric. Komentarnya datang setelah ia memberikan asis untuk gol kemenangan Modric.

    Milan berhasil mengalahkan Bologna 1-0 di San Siro pada Minggu malam.

    Peran Baru yang Disukai

    Saelemaekers berbicara kepada DAZN setelah pertandingan. Ia ditanya mengenai perannya sebagai bek sayap kanan. Ia mengaku sangat menyukai posisi tersebut.

    “Saya rasa ini posisi yang sangat saya sukai. Saya bisa menyerang dari belakang dengan gigih. Kemudian saya dijaga oleh Tomori. Saya senang untuk tim dan untuk Luka [Modric], yang bermain dengan sangat baik.”

    Photo: www.acmilan.com

    Suatu Kehormatan Bermain dengan Modric

    Pemain asal Belgia ini kemudian mengungkapkan kekagumannya pada sang maestro lini tengah. Ia merasa terhormat bisa bermain bersama idolanya.

    “Saya menontonnya saat kecil, dan sekarang saya bermain dengannya. Ini suatu kehormatan bagi saya. Dia pria yang luar biasa di luar lapangan, dan kami senang dia ada di sini bersama kami. Dia pria yang rendah hati, tetapi dialah yang melakukan segalanya dengan tujuan.”

    Dukungan Penuh untuk Allegri

    Terakhir, Saelemaekers juga memberikan dukungan penuh kepada pelatih. Ia merasa Massimiliano Allegri telah melakukan pekerjaan yang hebat.

    “Pelatih telah melakukan pekerjaan yang hebat sejak hari pertama. Tim memiliki tekad untuk mencapai sesuatu yang hebat. Kami harus rendah hati dan terus maju.”

    Kisah Alexis Saelemaekers musim ini adalah sebuah anekdot tentang bagaimana seorang pemain bisa menemukan kembali performa terbaiknya di bawah sistem yang tepat. Setelah sempat dipinjamkan dan masa depannya di I Rossoneri diragukan, ia kini justru menjadi salah satu pemain paling krusial bagi Allegri.

    Kemampuannya beradaptasi sebagai bek sayap telah mengubahnya dari sekadar pemain sayap biasa menjadi roda penggerak yang tak kenal lelah bagi Il Diavolo Rosso.

    Terus ikuti perkembangan dan berita AC Milan terbaru hanya di Beritamilan.com.

  • Siapa Terbaik dan Terburuk Saat Milan Kalahkan Bologna? Ini Rapor Lengkapnya!

    Siapa Terbaik dan Terburuk Saat Milan Kalahkan Bologna? Ini Rapor Lengkapnya!

    AC Milan berhasil meraih kemenangan kedua beruntun. Mereka mengalahkan Bologna 1-0 di San Siro. Luka Modric menjadi pahlawan kemenangan. Namun, performa para pemain secara keseluruhan cukup beragam.

    Berikut adalah rapor para pemain Rossoneri dalam kemenangan penting ini.

    Starting XI

    • Maignan (5.5): Tidak banyak diuji, tetapi melakukan satu kesalahan umpan yang sangat berbahaya. Beruntung Orsolini gagal memanfaatkannya. Ia harus ditarik keluar karena cedera.
    • Tomori (6.5): Tampil solid di lini belakang. Ia melakukan beberapa tekel krusial di akhir laga. Tomori juga menciptakan satu peluang emas untuk Gimenez.
    • Gabbia (6): Penampilan yang solid sebagai pusat dari tiga bek. Ia melakukan beberapa sapuan penting. Namun, ia beberapa kali gagal menjaga garis pertahanan.
    • Pavlovic (6): Cukup baik dalam bertahan. Ia juga aktif membantu serangan dengan lari overlap-nya.
    • Saelemaekers (6.5): Memberikan asis penentu untuk gol Modric. Etos kerjanya di sisi kanan sangat luar biasa.
    • Fofana (6): Permainan paling solidnya musim ini. Ia lebih sederhana dalam memilih umpan. Ia juga disiplin dalam menjaga posisi.
    • Modric (8 – MOTM): Tampil sempurna. Ia dominan dalam bertahan maupun menyerang. Modric memulai pergerakan dan menyelesaikan sendiri peluangnya menjadi gol kemenangan.
    Photo: www.acmilan.com
    • Rabiot (6.5): Debut yang sangat positif. Ia menunjukkan kepercayaan diri saat membawa bola. Gelandang Prancis ini juga kuat dalam duel udara.
    • Estupinan (6): Hampir mencetak gol indah di babak pertama. Performanya naik-turun, tetapi secara keseluruhan cukup positif.
    • Loftus-Cheek (5.5): Kesulitan menemukan ritme permainan. Ia terlibat dalam proses gol. Namun, ia sering tidak tersedia dan bingung saat menekan.
    • Gimenez (4): Penampilan yang sangat buruk. Ia menyia-nyiakan setidaknya dua peluang emas. Salah satunya adalah situasi satu lawan satu yang membentur tiang.

    Pemain Cadangan

    • De Winter (6): Masuk menggantikan Pavlovic. Tampil cukup tenang dan tidak membuat kesalahan berarti.
    • Pulisic (7.5): Masuk dan langsung mengubah permainan. Ia menciptakan kreativitas yang hilang. Pulisic nyaris mencetak gol dan seharusnya mencatatkan asis.
    Photo: www.acmilan.com
    • Ricci (6.5): Memberikan dampak instan. Tembakan kerasnya dari luar kotak penalti membentur tiang gawang.
    • Nkunku (6): Tampil lincah di debutnya. Ia memenangkan penalti yang kemudian dibatalkan oleh VAR.
    • Terracciano (N/A): Tidak cukup waktu atau ancaman untuk diberi nilai.

    Kemenangan ini menyoroti sebuah tema menarik di skuad Milan. Di satu sisi, para veteran seperti Luka Modric (40 tahun) masih menjadi penentu utama. Di sisi lain, pemain pengganti seperti Christian Pulisic dan Samuele Ricci menunjukkan bahwa energi dan kualitas dari bangku cadangan akan menjadi senjata krusial.

    Kemampuan Massimiliano Allegri untuk memadukan pengalaman para senior dengan dampak instan dari para pelapis akan menentukan konsistensi I Rossoneri musim ini.

    Terus ikuti perkembangan dan berita AC Milan terbaru hanya di Beritamilan.com.

  • Highlight Pertandingan: AC Milan vs Bologna [Serie A]

    Highlight Pertandingan: AC Milan vs Bologna [Serie A]

    AC Milan berhasil meraih kemenangan beruntun di Serie A. Mereka mengalahkan Bologna 1-0 di San Siro pada Minggu malam. Luka Modric menjadi penentu kemenangan. Namun, tiga poin ini harus dibayar mahal dengan beberapa insiden.

    Kemenangan ini memberikan sedikit kelegaan bagi tim sebelum menghadapi jadwal yang lebih berat.

    Gol Tunggal Modric Jadi Pembeda

    Photo: www.acmilan.com

    Milan memulai laga dengan agresif. Namun, gol yang ditunggu-tunggu baru tiba pada menit ke-60. Sebuah serangan balik cepat dipimpin oleh Alexis Saelemaekers.

    Ia kemudian memberikan umpan tarik yang apik. Luka Modric menyambutnya dengan tembakan yang berhasil membobol gawang lawan. Gol ini menjadi satu-satunya pembeda dalam laga yang ketat.

    Debut Nkunku dan Drama VAR

    Pertandingan ini juga diwarnai beberapa drama. Kiper sekaligus kapten, Mike Maignan, harus ditarik keluar. Ia mengalami cedera betis dan digantikan oleh Pietro Terracciano.

    Rekrutan baru, Christopher Nkunku, juga melakoni debutnya. Ia masuk menggantikan Santiago Gimenez. Nkunku langsung terlibat dalam insiden penalti yang diberikan wasit. Namun, VAR kemudian membatalkan keputusan tersebut.

    Amukan dan Kartu Merah Allegri

    Pembatalan penalti oleh VAR memicu kemarahan dari kubu I Rossoneri. Pelatih Massimiliano Allegri memprotes keras keputusan itu. Ia bahkan sampai melepas jaketnya. Akibatnya, sang pelatih harus menerima kartu merah dari wasit Matteo Marcenaro.

    Gol Luka Modric ke gawang Bologna menorehkan sebuah statistik yang luar biasa. Dengan usia 40 tahun lebih beberapa hari, ia menjadi pencetak gol tertua dalam sejarah AC Milan di Serie A.

    Anekdot ini membuktikan bahwa usia hanyalah angka, dan sang maestro asal Kroasia ini terus menunjukkan kelasnya yang abadi, menjadi tumpuan utama Il Diavolo Rosso di saat-saat krusial.

    Terus ikuti perkembangan dan berita AC Milan terbaru hanya di Beritamilan.com.