Keisuke Honda, Samurai Pengelana Terakhir di Kota Milan

  • Whatsapp

Berita AC Milan – Pada 13 Juni kemarin, Keisuke Honda genap berusia 35 tahun. Gelandang serang asal Jepang, yang tiba di San Siro pada Januari 2014, telah membuat 92 penampilan, dan mencetak 11 gol dengan seragam merah hitam.

Debutnya bersama Milan terjadi pada 12 Januari 2014. Saat itu Milan kalah 4-3 melawan Sassuolo yang baru saja promosi ke Seri A. Kekalahan itu membuat pelatih Milan saat itu Massimiliano Allegri, dipecat.

Bacaan Lainnya

Perjalanan karir seorang Keisuke Honda layaknya sebuah film. Seorang pemain yang dikenal memiliki kepribadian yang sangat istimewa dan berpetualang di hampir seluruh benua, Honda dikenal tak takut dalam mengambil tantangan baru untuk kelangsungan karirnya.

Keisuke Honda awalnya didatangkan ke San Siro dari klub raksasa liga Rusia, CSKA Moscow. Di klub tersebut, Honda mengoleksi 127 pertandingan, menorehkan 28 gol dan 29 assist.

Ia juga dilabeli sebagai “penyihir bola mati”. Atas dasar ini, Milan tertarik merekrutnya dan menempatkannya di pos gelandang sayap.

Karirnya di San Siro tidak berjalan mulus. Ia dianggap gagal sebagai pemain sayap terutama ketika tim tampil menyerang. Honda terlihat tak mampu mengimbangi alur permainan. Apalagi setelah kedatangan Vincenzo Montella pada Juli 2016, dia kehilangan posisinya di skuat inti hingga memutuskan hengkang di akhir musim.

Selama berkostum merah hitam Honda memang kerap dijadikan kambing hitam kekalahan AC Milan. Gaya permainannya di sepak bola Italia terbukti lebih rumit dari yang diharapkan namun dibantah secara langsung selang beberapa tahun kemudian.

“(Saat itu) Klub tidak punya uang untuk membeli pemain top. Begitu banyak pemain dengan kualitas yang sangat biasa yang didatangkan ke San Siro.” Kata Honda dikutip dari Gazzetta Dello Sport, pada 2018 lalu.

“Tidak ada strategi yang mampu membuat gaya permainan hidup, setiap tiga bulan seorang manajer baru datang. Dengan suasana seperti itu tidak mungkin kami sebagai pemain untuk mencapai hasil maksimal. Kami mencoba memberikan 100%, tetapi para penggemar mengharapkan lebih”, akuinya dengan sedikit kepahitan beberapa tahun kemudian.

Sejak hengkang dari Milan, Honda bergabung dengan beberapa klub di benua Amerika. Dari Pachuca (Meksiko) ke Botafogo (Brasil) lalu ke Melbourne Victory (Australia) dan Vitesse (Belanda).

Saat ini dirinya ditunjuk sebagai pelatih tim nasional Kamboja, dan juga merangkap sebagai pemain sepak bola Neftci Baku ( klub asal Arzebaijan).

Dia juga memiliki klubnya sendiri di Jepang, One FC Tokyo yang bermain di divisi keempat liga Jepang. Selain itu, Honda juga membuka sekolah sepakbola untuk anak usia dini di kota kelahirannya Osaka.

Pos terkait