Fabio Capello Ungkap Penyesalan Terbesarnya Ketika Menangani AC Milan

  • Whatsapp
Berita AC Milan
Photo: acmilan.com

Berita AC Milan – Beritamilan.com

Meski sempat menangani tim-tim besar seperti Juventus, Real Madrid dan timnas Inggris, Fabio Capello diingat oleh fans Sepak bola berkat raihan gemilangnya kala menukangi AC Milan pada periode 90’an.

Bacaan Lainnya

Menanggung beban berat karena menggantikan sosok kharismatik Arrigo Sacchi, Capello muda mampu membuktikan kapasitasnya sebagai pelatih top berkat raihan 4 Scudetto beruntun antara tahun 1992 dan 1996.

Selain itu, ia juga mencatatkan rekor fantastis bersama I Rossonerri sebagai tim yang memiliki rekor tanpa tersentuh kekalahan terpanjang sepanjang sejarah.

Rekor itu terjadi antara tahun 1991 sampai 1993 dimana Milan era Capello tercatat tak sekalipun menelan kekalahan dalam 58 pertandingan beruntun yang mereka jalani. Kala itu mereka sampai mendapat julukan sebagai The invincibles.

Meski memiliki catatan gemilang bersama AC Milan, Fabio Capello dalam pengakuannya ternyata masih menyimpan sebuah penyesalan yang sulit untuk dilupakan sampai saat ini.

“Satu-satunya penyesalan saya adalah ketika saya tidak membiarkan Savicevic bermain di Tokyo pada pertandingan interkontinental dan kami kalah melawan San Paolo.” buka Fabio Capello dilansir dari Il Giornale.

“Mereka mengatakan kepada saya bahwa Savicevic didiskualifikasi, tetapi kemudian empat jam sebelum pertandingan, mereka memberi tahu saya bahwa dia bisa bermain.”

“Tetapi untuk menghormati Raducioiu (pengganti Savicevic), yang dengannya kami mempersiapkan pertandingan, saya memutuskan untuk bermain dengan susunan pemain yang ada dalam pikiran saya.

“Kualitas Savicevic mungkin akan mengubah nasib pertandingan.” pungkas sang legenda.

AC Milan kala itu bermain di ajang Piala Interkontinental untuk menggantikan Marseille yang dihukum karena skandal pengaturan skor.

Selain Piala Interkontinental, Milan sebagai runner up Liga Champions musim sebelumnya juga menggantikan tim Prancis itu di Piala Supercup Eropa, yang sayangnya lagi-lagi Il Diavollo Rosso kembali menelan kekalahan.

 

Pos terkait